Di sisi timur kota malang itu, ada tiga titik drainase yang masuk dalam daftar pembangunan drainase. Lokasinya di Kelurahan Madyopuro dan Sawojajar. Biaya pembangunannya diperkirakan akan menyedot Rp 11 miliar.
Sesuai laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkot Malang, ketiga titik itu berada di Jalan Danau Bratan Timur, Jalan Danau Toba, dan Jalan Ki Ageng Gribig. Proyeknya sudah memasuki tahap lelang. Kemungkinan pengerjaan bisa dimulai akhir Juni atau awal Juli depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R. Dandung Djulharjanto mengatakan, pengerjaan Madyopuro masuk dalam rencana pembangunan drainase di sembilan lokasi. Selain Madyopuro, delapan lokasi lain adalah Pisang Candi, Jatimulyo, Cemorokandang, Tlogowaru, OroOro Dowo, Buring, Wonokoyo, dan Bandulan.
Dari sembilan titik tersebut, kata Dandung, proyek di Madyopuro menyedot anggaran paling besar. Dari total anggaran pembangunan drainase Rp 26,2 miliar, sekitar Rp 17,9 miliar difokuskan di Madyopuro. ”Besarnya anggaran yang diperlukan sudah melalui tahapan kajian. Karena di Sawojajar pembangunan titik drainase akan lebih panjang dan lebih lebar dibanding titik lainnya,” ujar Dandung, kemarin.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mendukung pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, pembangunan drainase merupakan implementasi dari master plan drainase menuju Kota Malang bebas banjir pada 2028 depan.
Bayu berharap, proyek ini segera berjalan. Sebab masih ada beberapa jeda waktu menjelang musim hujan. ”Ketika musim hujan, pengerjaan kami minta selesai semua. Jadi bisa sedikit mengurangi genangan air,” tandasnya. (adk/dan) Editor : Mahmudan