Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Siapkan Perwali Peringatan Hari Besar Daerah

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 1 Agustus 2023 | 21:00 WIB

 

 

Anggota Paguyuban MAS TRIP menyajikan teatrikal pertempuran melawan tentara Belanda di Jalan Pahlawan Trip kemarin.
Anggota Paguyuban MAS TRIP menyajikan teatrikal pertempuran melawan tentara Belanda di Jalan Pahlawan Trip kemarin.

MALANG KOTA – Teatrikal pertempuran itu diawali suara ledakan keras di Jalan Pahlawan Trip, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, kemarin (31/7).  Dua kelompok tentara saling berhadap-hadapan. Satu kubu berseragam hijau, kubu lawannya berseragam cokelat.

Kekuatan senjata yang digunakan tentara berseragam cokelat jauh di atas tentara hijau. Namun karena semangat juang yang membara untuk mempertahankan tanah air, tentara hijau tetap melawan. Hingga akhirnya seluruh tentara berseragam cokelat kalang kabut dan tumbang.

Adegan itu merupakan aksi teatrikal pertempuran antara Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) melawan Tentara Belanda. Pertempuran itu sendiri terjadi pada 31 Juli 1947. Tercatat ada 35 prajurit yang merupakan pelajar, gugur pada pertempuran melawan agresi militer Belanda itu. Mereka kemudian dikebumikan di satu liang lahat yang sama. Tempat itu kemudian diberi  nama Monumen Pahlawan TRIP.

Kemarin, atau 76 tahun setelah pertempuran itu, anak-cucu maupun sanak saudara 35 pahlawan TRIP mendatangi kawasan monumen untuk berziarah. Mereka berdoa sekaligus menaburkan bunga untuk mengenang jasa-jasa leluhurnya dalam mempertahankan kemerdekaan.

Sekretaris Paguyuban MAS TRIP Hendro Hendriyono mengatakan, peringatan perjuangan Pahlawan TRIP bukan hanya milik keluarga para pahlawan itu saja. Melainkan sudah harus menjadi milik warga Kota Malang. Acara peringatan yang dilakukan juga bisa menjadi bahan edukasi sejarah.

”Karena itu kami juga berharap dukungan dari TNI dan Polri. Karena TRIP ini merupakan cikal bakal angkatan bersenjata. Perlu ada ikatan batin, bukan hanya sekadar formalitas,” tutur Hendro.

Sementara itu, Pemkot Malang bakal memberi perhatian lebih terhadap hari-hari bersejarah yang berhubungan dengan Kota Malang. Bahkan Wali Kota Malang Sutiaji telah menyiapkan Peraturan Wali Kota yang akan menjadi payung hukum pelaksanaan peringatan hari-hari penting.  Termasuk di antaranya peringatan perjuangan pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).

”Jadi nanti setiap peringatan itu akan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah kota,” terang Sutiaji setelah melakukan ziarah dan tabur bunga di Monumen Pahlawan TRIP kemarin (31/7).

Dia menambahkan, Perwali itu untuk memastikan masyarakat Kota Malang terus mengingat peristiwa bersejarah yang ada. Karena, lanjut dia, Kota Malang menjadi besar seperti saat ini berkat perjuangan orang-orang terdahulu. ”Di daerah lain pasti ada Taman Makam Pahlawan. Tapi Monumen Tentara Pelajar ini satu-satunya di Indonesia. Sehingga, perlu dilestarikan agar peringatan ini menjadi milik warga Kota Malang,” jelas Sutiaji. (adk/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#perwali #hari besar #Kota Malang