MALANG KOTA - Tim Qaryah Thayyibah (Tim Pengabdian) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kota Malang menggelar pelatihan ternak burung kenari.
Teknis pengembangbiakan kenari itu melalui teknologi pencahayaan tanpa jemur bagi pemuda-pemuda di kawasan perumahan Sawojajar, Kota Malang.
Ketua Tim Qaryah Thayyibah UIN Maliki Malang Dr Agus Mulyono mengungkapkan, beternak burung kenari selama ini hanya digunakan sebagai satu cara menyalurkan hobi.
Sedangkan jika dikalkulasi, beternak burung juga membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit.
Untuk itu, jika dikelola dengan cara yang tepat, beternak burung kenari dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.
"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang teknologi pencahayaan pada ternak kenari agar tidak perlu penjemuran," tuturnya.
Selain itu juga memberikan pengetahuan dalam pembuatan desain ruangan untuk ternak kenari dengan teknologi pencahayaan.
Peserta pelatihan diajak untuk melihat langsung peternakan kenari dengan konsep pencahayaan tanpa jemur.
Peserta tampak begitu antusias dapat melihat dan belajar langsung di tempat peternakan GM Bird Farm yang berada di Perumahan Sawojajar, tepatnya di Jalan Jayasrani 2.
"Yang menarik dari pelatihan kali ini adalah semua peserta mendapatkan fasilitas kelengkapan untuk beternak, setiap peserta membawa pulang satu burung kenari jantan dan dua burung kenari betina, tiga set sangkar untuk ternak dan pakan burung untuk kebutuhan satu bulan," jelasnya.
Dr Agus berharap dengan pelatihan ini, setiap peserta langsung melakukan aktivitas beternak di tempat masing-masing dan dapat mengembangkannya.
Prospek beternak kenari cukup menjanjikan karena harganya cenderung stabil dan jumlah peminatnya tinggi.
Ada banyak alasan kenapa ternak burung kenari terbilang menguntungkan dan dapat memberikan penghasilan bulanan.
Antara lain lain karena harganya cenderung stabil, menjadi salah satu burung berkicau kelas atas yang banyak peminatnya, sangat sering diadakan kontes.
Perkembangbiakannya juga tergolong cepat, modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar atau bisa disesuaikan dengan budget, cara ternaknya tidak terlalu sulit hanya butuh ketelatenan. (Jprm2/dur/nen)
Editor : Neny Fitrin