MALANG KOTA - Diterapkan sejak Jumat pekan lalu (11/8), rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan Merdeka Utara kemungkinan besar bakal diterapkan secara permanen. Rekayasa itu dianggap efektif untuk mengurai kepadatan di Kawasan Alun-Alun Merdeka. Selain itu, hingga saat ini belum ada keluhan masyarakat terkait rekayasa tersebut.
Dari pengamatan wartawan koran ini kemarin (15/8), kondisi lalin di depan Mal Ramayana (MGR Sugiyopranoto) sampai Kantor Pos Malang (Merdeka Selatan) terpantau lancar. Meskipun di jam pulang kerja, sekitar pukul 16.00 WIB, tidak ada kemacetan di kawasan tersebut. Kondisi serupa juga terjadi pada akhir pekan lalu. Kendaraan bisa melaju tanpa ada hambatan.
Terkait rekayasa lalin itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyebut bila sejauh masih tahap uji coba. Berdasar pantauannya, kepadatan yang biasanya terjadi di depan Mal Ramayana, kini bisa diurai dengan rekayasa tersebut. ”Sekarang kenyataan di lapangan lancar, tidak ada keluhan dari warga. Kalau begitu bisa permanen,” terang Sutiaji, kemarin.
Di sisi lain, dia menekankan, meski tanpa keluhan dari warga, pihaknya tetap akan melakukan uji coba terlebih dahulu. Sutiaji juga menginstruksikan kepada dinas perhubungan (dishub) untuk melakukan kajian terkait rekayasa lalin tersebut. Jadi, pengamatannya tidak hanya dari pandangan semata. ”Rekayasa ini merupakan hasil diskusi dari forum lalu lintas. Bukan hanya mau dari Pemkot Malang saja,” tambah Alumnus UIN Malang itu.
Terpisah, Kepada Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, meski terbilang berhasil, pihaknya masih mencatat beberapa poin. Seperti sebagian masyarakat masih belum terbiasa dengan rekayasa lalin di Jalan Merdeka Utara. ”Untuk itu perlunya uji coba, agar masyarakat terbiasa. Sama seperti di Kajoetangan beberapa waktu lalu. Pasti awalnya masyarakat akan bingung,” tutur Jaya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan, dampak dari penerapan dua arah itu, pejalan kaki tidak bisa leluasa untuk menyeberang. Baik yang berasal dari alun-alun atau Mal Sarinah. Sehingga, dishub menyarankan warga agar menggunakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Namun, seperti diketahui, kondisi JPO di Jalan Merdeka Utara kurang layak. Banyak sampah berserakan. ”Kami akan minta tolong pihak terkait untuk dibersihkan, agar masyarakat mau menggunakan fasilitas tersebut,” pungkasnya. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana