Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Alasan Pencinta Motor Antik di Malang Gandrungi Produk Eropa

Mahmudan • Minggu, 27 Agustus 2023 | 21:35 WIB

 

MARKAS: Beberapa pencinta motor antik berkumpul di sekretariat Motor Antique Club Indonesia (MACI) Malang, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Jumat lalu (26/8).
MARKAS: Beberapa pencinta motor antik berkumpul di sekretariat Motor Antique Club Indonesia (MACI) Malang, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Jumat lalu (26/8).

 

Motor Antique Club Indonesia (MACI) Malang merupakan salah satu komunitas pencinta motor tua. Dari komunitas tersebut, terungkap kekhasan motor antik. Apa saja?

 

SUARA khas motor tua menderu-deru. Satu per satu, motor antik itu memasuki halaman kantor Motor Antique Club Indonesia (MACI) Malang di Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Jumat lalu (26/8). ”Itu suara motor milik mas Andik,” tebak Andry, salah satu anggota MACI Malang.

Benar seperti yang dia maksud, tak lama  motor tua merek AJS buatan Inggris masuk halaman kantor. Motor dengan tulisan ”AJS 1954” di atas spakbor tersebut memang milik Andik. 

Lama bergabung dengan MACI dan menggeluti motor tua, Andry hafal suara motor tua milik teman-temannya. Setiap merek motor memang memiliki suara yang khas, berbeda satu dengan yang lain. ”Kalau buatan Inggris seperti AJS, suaranya cenderung keras. ’Blak blak blak’ begitu,” tuturnya.  ”Berbeda dengan buatan Jerman, suaranya lebih halus,” tambahnya. 

Tidak hanya AJS, anggota MACI Malang memiliki berbagai merek motor tua. Misalnya merek Triumph, BSA, Ariel, Royal Enfield, BMW, DKW, Norton, Zundapp, JAWA, Harley, Puch, dan masih banyak lainnya. Semuanya merupakan motor buatan Eropa. Maklum, komunitas MACI hanya berisi pencinta motor buatan Eropa, seperti Inggris dan Belanda. ”Karena motor buatan Eropa lebih tua dibanding buatan China dan Jepang," tuturnya. 

Untuk usia, mulai dari motor keluaran 1927 hingga 1970-an ada di komunitas yang berdiri sejak 2003 lalu itu. ”Kalau MACI sendiri sudah ada sejak 1994 lalu, tapi di Malang baru berdiri pada 2003,” terang Ketua MACI Malang Wahyu Ari Wicaksono. 

Selama 20 tahun berdiri, mereka sudah touring ke berbagai daerah. Biasanya mereka bertemu dengan MACI dari kabupaten/kota seperti Yogyakarta dan Bandung. Untuk gathering rutin, mereka biasa berkumpul setiap Jumat malam di depan Stasiun Kota Baru. Sekadar bertemu dan berdiskusi antar anggota. "Kami bisa ngomongin motor sampai pukul 01.00 dini hari," tuturnya.

Sebagai sesama pencinta motor, lanjutnya, topik pembahasan seputar kuda besi tersebut tidak pernah ada habisnya. Pada 20 Agustus lalu merupakan hari jadi ke-20 MACI Malang. Mereka bersama-sama mengendarai motor tua untuk camping di wisata Ledok Ombo, Poncokusumo, Kabupaten Malang. Mereka camping sekaligus memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan RI. ”Kami menggelar upacara bendera dengan para petugasnya menaiki motor tua saat maju ke podium,” kata dia.(dur/dan)

           

 

Editor : Mahmudan
#Pencinta #motor antik #kuno #Kota Malang #komunitas