MALANG KOTA - Perbatasan Kota Malang dengan daerah lain di sekitarnya bakal dipercantik, sekaligus memperjelas batas teritorial. Salah satunya melalui pemolesan gapura atau gerbang kota. Ada empat gerbang kota yang akan dipoles pada September depan.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Laode KB Al Fitra memaparkan, keempat gerbang kota yang akan dipoles ada di Madyopuro, Jalan Babatan di Kelurahan Arjowinangun, dan Kelurahan Bakalankrajan dekat Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Satu lagi di Jalan Bandulan.
”Kami targetkan awal September sudah mulai dikerjakan secara bertahap," kata Laode, kemarin (28/8). Sementara lama pengerjaannya diharapkan rampung awal November.
Laode melanjutkan, pemolesan empat gerbang kota dilakukan secara sederhana. Yakni sebatas penanda atau besi lengkung dibentuk menjadi semacam miniatur gapura. Dimensinya tidak terlalu besar dan menyesuaikan kondisi masing-masing lokasi.
Selain itu, lanjutnya, DLH juga berencana menambahkan lampu dekorasi sebagai penerangan tambahan. ”Yang paling besar adalah gerbang kota di Kelurahan Bandulan dengan pagu anggaran Rp 179,1 juta," imbuhnya. Meski demikian, lanjutnya, pemolesan pada tiga gerbang lainnya juga tidak jauh berbeda.
Untuk pengerjaan seluruhnya, Laode menyebut, pihaknya menganggarkan Rp 547 juta. Dia menambahkan, pemolesan gerbang kota dilakukan agar batas administrasi antara Kota Malang dengan daerah di sekitarnya semakin jelas.”Apalagi yang di kawasan pinggir kota, karena selama ini Malang masih kalah dengan daerah lain," ucapnya.
Laode berharap gerbang kota yang nantinya dipoles menjadi ikon baru. Untuk diketahui, saat ini Kota Malang memiliki sekitar 16 gerbang kota. Selain empat gerbang kota yang akan dipoles, ada beberapa gerbang kota yang terletak di lokasi vital atau jalan-jalan utama. Misalnya di Balearjosari, Lowokdoro, Kebonsari (Kacuk), Landungsari, dan Pandanwangi.
Terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji merespons positif rencana pemkot memoles gapura kota. ”Ini bisa menjadi landmark. Selain itu juga bisa dinikmati masyarakat, terutama warga kota maupun wisatawan yang datang," kata legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.(mel/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana