Cosuki merupakan salah satu komunitas cosplay di Bumi Arema yang masih eksis. Hampir setiap Minggu ada event. Apa saja?
BELASAN anak muda berkumpul di halaman Gedung E Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB), Kamis lalu (31/8). Mereka berlatih memerankan drama. Masing-masing memegang naskah berisi percakapan.
Mereka adalah anggota komunitas penyuka cosplay. Namanya Cosuki. "Cosuki diambil dari kata Cosplay Daisuki," tutur Ketua Cosuki Malang Fathanula Imam Hanafi usai latihan. Sedangkan Daisuki diambil dari bahasa Jepang. Artinya penyuka atau penggemar.
Anggota komunitas tersebut adalah mereka yang suka cosplay atau berbusana menirukan tokoh anime, manga atau game Jepang.
Kamis malam merupakan jadwal pertemuan rutin komunitas yang terbentuk pada 2007 silam itu. Biasanya mereka berkumpul untuk membahas kostum atau tren-tren terbaru mengenai Jejepangan. Tak jarang mereka juga membahas event-event cosplay yang akan datang atau yang sebelumnya mereka ikuti. “Hari ini (Kamis malam, 31/8) agendanya latihan untuk perform kabaret Desember nanti,” tutu Fathan.
Cosplay Kabaret tidak hanya memakai kostum atau make up menyerupai anime. Tapi juga bermain peran. Yakni memerankan suatu cerita dalam drama, sehingga seseorang harus benar-benar mendalami tokoh tersebut.
Cosuki sering kali mendapat undangan untuk mengisi atau meramaikan event. Kadang mereka diundang untuk perform dengan memerankan suatu adegan dalam anime. Masing-masing anggota mendapat bagian memerankan beberapa tokoh. Yang akan mereka perankan pada event Desember nanti ialah anime Naruto. "Paling tidak, latihannya sejak enam bulan sebelumnya,” kata Fathan.
Mereka butuh waktu lama untuk persiapan karena para anggotanya memiliki kesibukan masing-masing. Ada yang masih sekolah, kuliah, bahkan sudah bekerja. Sehingga waktu berkumpul pada hari Kamis tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk latihan.
Selain perform kabaret, mereka juga sering berangkat bersama ke suatu event cosplay untuk mengikuti lomba. Saat ini anggota Cosuki berkisar 20 orang. Sebenarnya lebih banyak, namun setelah pandemi Covid banyak anggota yang tidak aktif lagi. Namun setelah pandemi, event cosplay semakin banyak bermunculan. “Hampir setiap minggu ada event,” tambahnya.
Cosplay, kata Fathan, sebenarnya memiliki dua jenis. Yakni Cosplay Western dan Cosplay Jejepangan. Kalau cosplay western banyak menirukan kostum-kostum dalam film superhero seperti ironman dan batman. Sedangkan cosplay jejepangan lebih mengarah ke tokoh yang kartun di anime dan manga. Cosplay dianggap berhasil jika costum, make up, dan penjiwaan menyerupai yang diperankan.
Dalam perkembangannya, lanjutnya, Cosplay juga memiliki berbagai tema. Temanya tergantung anime atau manga apa yang sedang ramai. “Kalau saat ini sedang musim karakter game Genshin Impact,” tuturnya. Sementara Naruto, One Piece, dan Dragon Ball disebutnya tidak pernah mengenal musim. Selalu ada di setiap event cosplay. (dur/dan)
Editor : Mahmudan