Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Revitalisasi Pasar Madyopuro 20 Persen, Relokasi Masih Sepi

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 7 September 2023 | 21:00 WIB

 

 

SIAPKAN FONDASI: Bangunan Pasar Madyopuro di sebelah utara tengah dibangun. Pengerjaannya dimulai sejak pertengahan Agustus lalu.
SIAPKAN FONDASI: Bangunan Pasar Madyopuro di sebelah utara tengah dibangun. Pengerjaannya dimulai sejak pertengahan Agustus lalu.

MALANG KOTA - Digarap mulai pertengahan Agustus lalu, revitalisasi di Pasar Madyopuro terus berjalan.

Sampai kemarin, Pemkot Malang mengestimasi bila proyek itu sudah berjalan 20 persen.

Seperti diketahui, biaya untuk memoles pasar tersebut bersumber dari APBN.

Pagu anggarannya Rp 7 miliar. 

Rencananya, bangunan Pasar Madyopuro di sebelah utara akan dibuat sama dengan pasar di bagian selatan, yang terlebih dahulu dibangun.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Mohamad Baihaqie menyebut, kemarin (6/9) revitalisasi sudah mulai dengan pengerjaan fondasi bangunan.

”Sementara baja-bajanya (untuk fondasi) dikerjakan di Surabaya. Jadi di sini tinggal pasang,” tutur dia.

Bila mengestimasi progres pembangunan di Pasar Madyopuro, dia menyebut angka 10 persen.

”Tapi kalau dihitung dengan baja, progresnya sudah ada 20 persen,” imbuhnya.

Revitalisasi tersebut ditarget selesai pada Bulan Desember.

Target itu bersamaan dengan dua pasar yang juga direvitalisasi.

Yakni Pasar Wilis dan Pasar Kebalen.

Dari pantauan koran ini, revitalisasi tersebut menyisakan beberapa kios di bagian depan.

Baihaqie mengungkapkan, terbatasnya anggaran menjadi alasan beberapa kios harus tertunda perbaikannya.

”Kami sudah ada rencana untuk perbaikan bagian depan tersebut, tapi mungkin menunggu tahun depan atau 2025,” lanjut dia.

Sementara itu, sekitar 100-an pedagang sudah menempati tempat relokasi di Terminal Madyopuro sejak sebulan yang lalu.

Tempat relokasi itu tampak sepi dan banyak yang tutup.

Beberapa pedagang mengeluhkan jika penghasilan mereka menurun sejak pindah ke sana.

”Iya, sejak pindah di sini sepi terus pembelinya,” keluh Aliyah, salah satu pedagang sembako.

Dia memprediksi bila sepinya pembeli karena jarak tempat relokasi dengan pasar sebelah utara cukup jauh.

”Jadi pembeli lebih memilih belanja di dalam saja,” imbuhnya.

Dia hanya bisa berharap pembangunan pasar segera selesai.

Agar dia dan pedagang lainnya bisa secepatnya menempati lapak yang baru.

”Yang penting jangan sampai lima bulan,” tutup dia. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Revitalisasi #pasar madyopuro