Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cara Sehat ala Run Malang Run

Mahmudan • Minggu, 10 September 2023 | 17:35 WIB

RUTINITAS MALAM: Start dari Taman Slamet, para pelari menuju Jalan Semeru, Jalan Ijen, hingga Jalan Simpang Balapan. Mereka menempuh jarak 5 kilometer.
RUTINITAS MALAM: Start dari Taman Slamet, para pelari menuju Jalan Semeru, Jalan Ijen, hingga Jalan Simpang Balapan. Mereka menempuh jarak 5 kilometer.

 

Berlari tapi bukan adu cepat. Melainkan adu kebersamaan. Itulah misi anggota komunitas Run Malang Run (RMR) yang ingin mengampanyekan hidup sehat melalui lari.

 

SETIAP Kamis malam dan Minggu pagi, puluhan orang berlari di sekitar Jalan Ijen, Kota Malang. Mereka adalah anggota Run Malang Run (RMR), salah satu komunitas lari yang masih eksis di Bumi Arema.

Komunitas yang berdiri sejak 2013 itu memiliki sekitar 30 anggota aktif. Meski personelnya tidak terlalu banyak, tapi aktivitasnya mewarnai Kota Malang. Setidaknya, mereka berkumpul dua kali dalam seminggu.

Seperti Kamis lalu (7/9), mereka berkumpul di Taman Slamet, Klojen.  Sekitar pukul 18.00, anggota RMR sudah mulai berdatangan. Setelah terkumpul semua, mereka mulai pemanasan dengan membuat lingkaran besar. Salah satu anggota berada di tengah lingkaran, kemudian memberi aba-aba ke semua temannya.

Ketika peluit berbunyi, semua berlari. Start dari Taman Slamet, lalu menuju Jalan Semeru, Jalan Ijen, Jalan Wilis, masuk di Jalan Gede, dilanjutkan ke Jalan Pahlawan Trip, Jalan Simpang Ijen, Jalan Guntur, dan di Jalan Simpang Balapan. Setelah itu mereka kembali lagi ke taman Slamet. Malam itu, jarak yang ditempuh sepanjang 5 kilometer.

Karena kegiatannya diberi nama social run, maka fokusnya bukan adu cepat. Tapi mengedepankan kebersamaan. ”Maksud social run adalah, yang ikut lari tidak hanya atlet atau pelari andal saja. Tetapi ada juga yang pemula. Jadi gak ditarget waktu. Yang penting lari bareng-bareng saja,” tutur Captain RMR Mustopahul Kahirudin. 

Misi RMR bukan sekadar lari. Melainkan menularkan virus lari agar menjadi lifestyle. Karena itu, masing-masing anggota RMR selalu mengajak semua orang untuk menjalani hidup sehat melalui lari. Siapa saja boleh gabung, asal punya semangat untuk lari. ”Tidak ada syarat bagi yang ingin bergabung,” kata dia.

Mustopa sendiri merasakan banyak sekali manfaat dari berlari. Yang paling terasa dampaknya, kata Mustopa, adalah daya tahan tubuh (imun) yang jadi lebih kuat. Sehingga sangat jarang bahkan tidak pernah sakit. 

Anggota komunitas tersebut berasal dari berbagai latar belakang dan usia. Namun yang paling mendominasi adalah anak-anak muda.  Sementara dari profesi, sangat bervariasi. Mulai kalangan pelajar SMA, mahasiswa, pekerja kantor, fisioterapi, barista, freelancer, hingga atlet.

Dengan berbagai profesi tersebut, dia mengatakan, berbagai ilmu mengenai lari dan kesehatan saling bertukar. ”Kami bisa belajar olahraga. Mulai dari pemanasan, penanganan jika cedera, mengatur tempo lari hingga daya tahan tubuh," kata dia. Seperti pemilihan sepatu lari, Mustopa mengatakan, lebih baik ukurannya dilebihkan satu atau dua jari agar jari kaki masih memiliki ruang cukup. Tidak kesempitan. 

Selain ilmu-ilmu olahraga, dia mengatakan, mereka juga sering bersama-sama mengikuti event-event lari marathon nasional seperti di Yogyakarta dan Bali. "Kadang kami berangkat bareng-bareng atau ketemu di sana," imbuhnya.

Terkadang RMR juga menjadi jujukan anggota komunitas lari di luar Kota Malang yang sedang berkunjung ke Malang. "Karena kita ada komunitas secara nasionalnya yaitu Indorunners," katanya. 

Selama ini, rutinitas lari tidak pernah absen, bahkan Ramadan pun tetap berlangsung. Khusus bulan puasa, mereka punya agenda Ngabuburun dan Sahurun. Yakni buka dan sahur bareng di sela-sela aktivitas lari.(dur/dan)

 

Editor : Mahmudan
#hidup sehat #sehat #Kota Malang #komunitas lari