MALANG KOTA – Sejak musim kemarau pada Juli lalu, intensitas kebakaran di Kota Malang relatif tinggi.
Namun fasilitas pendukung yang dimiliki UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang dirasa masih kurang.
Salah satunya, butuh tambahan dua unit mobil tangki.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang Agoes Subekti mengatakan, selama musim kemarau sejak Juli lalu, pihaknya mencatat lebih dari 20 kebakaran, baik di lahan maupun bangunan.
Khusus 8 September lalu, ada 7 kebakaran dalam sehari.
Lokasinya pun berbeda-beda.
”Pernah juga kebakaran terjadi pada jam yang bersamaan. Satu di Karangbesuki, satunya lagi di Arjowinangun. Padahal armada kami terbatas," kata dia, kemarin (12/9).
Agoes mengatakan, penambahan fasilitas yang dibutuhkan adalah mobil tangki.
Setidaknya timnya butuh dua unit lagi.
Saat ini, lanjutnya, damkar baru memiliki dua unit mobil tangki.
Masing-masing berkapasitas 4.000 sampai 5.000 liter.
"Untungnya selama ini kami masih dibantu enam tangki oleh dinas lingkungan hidup (DLH)," ungkapnya.
Jika ada anggaran lebih pada 2024 depan, pihaknya ingin mengajukan penambahan mobil tangki.
Agoes memperkirakan, alokasi anggaran untuk mobil tangki berkisar Rp 1,5 miliar sampai Rp 2,5 miliar.
”Tapi sementara dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan, red) kami mengajukan beberapa alat dulu seperti connector selang. Karena anggarannya tidak banyak," imbuhnya.
Dia berharap ke depan Kota Malang bisa memiliki fasilitas pendukung pemadam kebakaran yang lengkap dan memadai.
Salah satunya seperti mobil tangga seperti milik Madiun. (mel/dan)
Editor : Mahmudan