MALANG KOTA – Proyek Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air sungai Bango menjadi air baku (siap minum) terus berlanjut. Hingga kemarin (13/9), pengerjaan instalasi pipa untuk distribusi air ke pelanggan sudah 52 persen. Jika tidak ada aral, 23 September nanti bisa diuji coba, sehingga awal 2024 bisa dioperasikan.
”Instalasi pipa saat ini progresnya melebihi perkiraan. Kemungkinan bisa 100 persen terhubung akhir September depan,” ujar Direktur Teknik Perumda Tugu Tirta Ari Mukti setelah , sidak bersama Komisi B DPRD Kota Malang, kemarin (13/9).
Seperti diberitakan, Perumda Tugu Tirta bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta (PJT) 1 untuk mengolah air sungai bango, sehingga layak minum. PJT bertugas membangun WTP, sedangkan Perumda Tugu Tirta memasang pipa. Pipa tersebut berfungsi menyalurkan air yang sudah diolah di WTP, kemudian disalurkan ke pelanggan.
Meski nantinya pipa koneksi sudah selesai dan air baku bisa langsung didistribusikan kepada masyarakat, namun pihaknya akan melakukan uji coba terlebih dahulu. Tujuannya untuk menjaga kualitas air baku tersebut.
Jika tidak ada penundaan jadwal, dia mengatakan, uji coba bisa dilaksanakan 23 September depan. ”Sebelum didistribusikan ke pelanggan, kami pastikan kualitas airnya sesuai standar. Harus siap minum, bukan hanya bersih saja,” katanya. ”Ketika sudah bagus, baru akan didistribusikan kepada pelanggan kami," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono berharap progres positif pengerjaan instalasi pipa Perumda Tugu Tirta terus dijaga. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta tidak ada kemunduran jadwal uji coba. Sehingga Januari 2024 depan, katanya, distribusi air baku kepada masyarakat bisa segera dilaksanakan.
”WTP ini merupakan solusi jangka menengah untuk ketersediaan air baku di Kota Malang. Dengan adanya pasokan 200 liter per detik mulai Desember nanti, kami harap tidak ada masalah air yang mati pada tahun depan," tandas Trio. (adk/dan)
Editor : Mahmudan