Belakangan ini, olahraga pound fit merebak di Malang Raya. Mulai mal, kampus, dan apartemen kerap ditemui orang-orang yang berolahraga pound fit. Hampir semuanya perempuan. Apa motivasinya?
SEKITAR 50 orang berbaris melingkar di salah satu ruang di lantai 4 Malang Town Square (Matos) pada Kamis malam (21/9). Matras tergelar di depan masing-masing peserta kelas pound fit. Stik berwarna hijau tergenggam di kedua tangan mereka yang semuanya perempuan. Stik berbahan plastik itu memiliki berat sekitar 250 gram.
Untuk diketahui, pound fit merupakan olahraga kardio dengan gerakan layaknya orang bermain drum. Cara memegang stik juga tidak boleh sembarangan. Harus di tengah, tepat di bawah huruf 'd' pada tulisan pound di stik. "Pegangnya harus tepat. Kalau enggak tepat, nanti bisa terlepas dan mengenai teman-teman yang lain," ungkap Instruktur Pound Fit atau Pound Pro Carolina Yuliana sembari memberi instruksi.
Ketika lagu pertama diputar, serentak mereka membuka kaki lebar dengan badan sedikit membungkuk. Tangan mengayunkan ripstik, lalu memukulkan secara menyilang di depan perut. Irama muncul bersamaan antara lagu dengan ketukan yang muncul dari ripstik. ”Dung dung tak… dung dung tak," bunyi pukulan tersebut.
Para peserta mulai terpacu bergerak mengikuti irama. Gerakan bertambah seiring dengan semakin kencangnya irama. Kedua tangan naik lalu memukulkan stik di atas kepala, kembali turun dan memukulkan ripstik di depan perut. "Itu merupakan gerakan paling pelan sebagai pemanasan," tutur wanita yang akrab disapa Olin tersebut.
Lagu kedua dan seterusnya, ritme gerakan menjadi semakin cepat. Sehingga kolaborasi antara tubuh dan gerakan memukulkan stik sangat penting. ”Olahraganya harus konsentrasi pada gerakan tangan, kaki, dan juga pendengaran untuk irama ketukan," imbuhnya. Sesekali mereka berteriak sambil memukulkan kedua stiknya.
Terdapat empat gerakan dalam pound fit. Yakni set, lunges kit dan juga thight. Set merupakan gerakan seperti yang pertama di atas, sementara lunges dengan kaki kiri ke depan dengan posisi ditekuk, lalu kaki kanan ditekuk ke belakang.
Gerakan kit merupakan gerakan dengan duduk sambil posisi kaki sedikit diangkat. Tapi punggung dipertahankan tetap dalam posisi tegak. Bagi yang tidak terbiasa, bagian ini cukup berat karena harus menahan kaki tetap terangkat sementara tangan bergerak mengikuti irama pukulan ripstik. "Bagi yang pertama kali mencoba, biasanya akan mual dan pusing," terangnya. Selama kelas, Olin selalu mengingatkan peserta agar tidak memaksakan diri saat sudah merasakan pusing.
Sementara gerakan thight biasanya diletakkan di akhir. Yakni tidur di atas matras dengan posisi kaki ditekuk, lalu posisi tumit berjarak satu telapak tangan dari pantat. Lalu punggung bagian bawah diangkat dengan tangan memukulkan stik ke atas dan kanan kiri badan. Sebanyak 12 lagu selesai dalam waktu sekitar 45 menit. Lalu diakhiri dengan gerakan pendinginan.
Semua koreografi dan lagu tersebut, kata Olin, merupakan milik label yakni Pound. ”Kami tidak bisa memilih sembarang lagu," kata dia. Sehingga gerakan pound fit di semua negara sama, termasuk Amerika dan Australia. ”Kecuali pendinginan, boleh bikin sendiri,” kata dia.(dur/dan)
Editor : Mahmudan