MALANG KOTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa menjadi negara nomor 4 terbesar di dunia dalam hal ekonomi.
Prediksi dan cita-cita itu bisa dicapai bila pemerintah menerapkan strategi yang tepat.
Salah satunya menerapkan prinsip ekonomi Pancasila.
Optimisme itu disampaikan Prabowo dalam Studium Generale di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kemarin (27/9).
Dia menegaskan bahwa Indonesia perlu memiliki prinsip ekonomi yang sesuai dengan karakter bangsa.
Misalnya, dengan strategi ekonomi yang berlandasan religiusitas.
”Itu sebagai benteng kita agar tidak asal untung,” ucapnya.
Selain itu, Prabowo menyebut ekonomi Indonesia harus menjunjung tinggi kemanusiaan.
Artinya, ekonomi yang dijalankan harus menguntungkan semua pihak.
Tak boleh ada yang dirugikan atau menderita atas kebijakan tertentu.
”Ekonomi nasional harus berpihak pada kepentingan nasional,” tegasnya.
Dalam mewujudkan ekonomi yang baik, Prabowo menilai perlunya prinsip egaliter, kerakyatan, dan berkeadilan sosial.
Dia menilai selama ini pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo sudah baik.
Apalagi dengan diputuskannya kebijakan-kebijakan yang tegas dan berani.
Salah satunya penghentian ekspor nikel sebagai bahan baku.
Ketua umum Partai Gerindra itu menilai keputusan tersebut termasuk kebijaksanaan dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di masa yang akan datang.
”Kebijakan itu mampu menaikkan 67 kali lipat pendapatan negara,” ucapnya.
Prabowo mengaku akan meneruskan kebijakan itu sebagai salah satu strategi menuju Indonesia Emas 2045.
Sekaligus Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar keempat pada 2050 mendatang.
Terlepas dari berbagai strategi itu, dia menilai kualitas SDM yang unggul juga perlu disiapkan.
Salah satunya melalui pendidikan yang baik.
”Kalianlah yang nantinya memegang peran dan kekuasaan di negara kita tercinta ini,” ucapnya kepada 6.500 mahasiswa baru yang hadir saat itu.
Prabowo juga mengapresiasi langkah perguruan tinggi dalam berinovasi dan berkreativitas.
Sebab, hanya dengan jalan pendidikan semua persoalan dapat teratasi.
Mulai dari kemiskinan hingga jalannya demokrasi di Indonesia.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut Indonesia sedang berada di ambang tangga menuju negara maju.
Untuk itu, dia mengajak seluruh mahasiswa menyongsong bonus demografi 2045 nanti dengan persiapan yang matang.
“Kita harus ambil peluang ini. Sebab, bonus demografi hanya datang satu kali dalam sejarah peradaban sebuah negara. Negara yang mampu mengambil peluang ini akan menjadi negara maju. Begitu sebaliknya,” terangnya.
Terakhir, ia meminta mahasiswa untuk memperjuangkan nasibnya agar menjadi orang yang mapan.
Artinya, cukup secara pangan, sandang, dan papan. (dre/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana