MALANG KOTA - Anggota Komunitas Malang Fighter Yepri Prasetyo memulai hobi memelihara ayam hias sejak 2016 silam. Saat itu dia tidak hanya memelihara ayam onagadori, tetapi juga jenis poland, bantam, hingga chonchin. "Saat itu masih langka. Harga jualnya cukup bagus untuk usaha," kata dia.
Untuk mendapatkan ayam-ayam tersebut, Yepri berburu ke berbagai daerah di Indonesia. Ayam onagadori misalnya, dia mendapatkan setelah hunting ke Jember. Sedangkan ayam jenis Poland dia peroleh di Blitar. Namun saat ini, dia mengatakan, sudah banyak ditemui di Kota Malang.
Pengalaman yang dialami Yepri juga dirasakan Angga Putra, anggota lain di komunitas Malang Fighter. Dulu dia harus hunting ke berbagai daerah untuk berburu ayam hias. Ayam jenis serama miliknya dia dapatkan di Madura, Blitar, Surabaya, Jember, Bondowoso hingga Jabodetabek. "Random saja, tergantung materi (anakan) yang kita minati," kata Angga.
Dalam komunitas Malang Fighter yang berisi penghobi ayam hias dengan jenis yang berbeda-beda itu, awalnya mereka bertemu dalam suatu event kontes di Blitar. Karena merasakan ada kecocokan, akhirnya mereka membuat kelompok. Setelah itu disepakati pertemuan rutin. ”Agar bisa berbagi ilmu dan pengalaman mengenai ayam hias,” terang Angga.
Selain dua jenis ayam di atas, ada juga ayam ketawa yang dimiliki Muhammad Kholik. Awalnya dia mendapat ayam-ayam tersebut dari rekan-rekannya asal Madura dan Sumatera. Namun belakangan ini dia sudah bisa melakukan breeding sendiri dan memiliki setidaknya 22 ekor ayam jago dan betina.(dur/dan)
Editor : Mahmudan