Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Janti Donorkan Jenazah Istri ke FK UB

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 10 Oktober 2023 | 18:00 WIB

 

Soesanto dan keluarganya melepas jenazah Hana Rosilawati atau Tan Kiok Hwa di Rumah Duka Panca Budi kemarin (9/10). Selanjutnya, jenazah Hana diberikan kepada FK UB untuk kepentingan pendidikan.
Soesanto dan keluarganya melepas jenazah Hana Rosilawati atau Tan Kiok Hwa di Rumah Duka Panca Budi kemarin (9/10). Selanjutnya, jenazah Hana diberikan kepada FK UB untuk kepentingan pendidikan.

MALANG KOTA - Ruang persemayaman jenazah di Rumah Duka Panca Budi tampak dipenuhi puluhan pelayat kemarin (9/10).

Mereka menghadiri penyerahan jenazah Hana Rosilawati atau Tan Kiok Hwa, 76, warga Jalan Janti Barat, ke Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB).

Salah satu kornea mata Hana bahkan sudah diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Sang suami, Soesanto, 77, tampak menyambut para pelayat yang datang.

Dia terlihat tegar dan lega karena bisa menyerahkan jenazah istrinya untuk kepentingan pendidikan FK UB.

Di samping menyerahkan jenazah, Santo juga menyerahkan kornea kedua mata istrinya untuk didonorkan ke Bank Mata Malang.

Kebetulan, semasa hidup Hana pernah mendaftarkan diri sebagai donor.

Dalam sambutannya, Santo mengungkapkan bahwa sang istri meninggal pada 5 Oktober lalu.

Hana meninggal karena koma stroke.

Selain Hana, Santo juga telah menulis wasiat untuk mendonorkan mata maupun tubuhnya untuk kepentingan masyarakat.

"Terinspirasi dari berita mengenai kehidupan orang-orang yang ginjalnya rusak," ungkap dia.

Terlebih, ada informasi yang menyebut bahwa orang bisa hidup dengan satu ginjal.

Santo sebenarnya sempat ragu untuk mendonorkan mata dan tubuhnya.

Dia khawatir jika satu ginjal didonorkan, di kemudian hari ginjal yang satunya bermasalah.

"Saya sempat berpikir apakah ada yang mau menerima jika ginjal bermasalah? Tapi ternyata dalam berita selanjutnya dijelaskan kalau ginjal bisa diserahkan saat orang sudah mati. Dengan catatan mati batang otak," jelasnya.

Pemikiran Santo untuk mendonorkan tubuh semakin mantap setelah merasa mendapat petunjuk dari Tuhan agar mendonorkan tubuh ke FK UB.

"Begitulah akhirnya. Pada Desember 1986 saya membuat wasiat bersama istri untuk menyerahkan tubuh saat meninggal,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bank Mata Malang dr Herwindo Dicky Putranto SpM mengapresiasi dedikasi Santo dan almarhumah Hana.

"Kebetulan Pak Santo merupakan salah satu sekretaris bank mata. Beliau mendedikasikan diri agar organ tubuhnya secara keseluruhan diberikan untuk kepentingan pasien maupun pendidikan,” terang dia.

Dicky melanjutkan, setelah Hana meninggal dunia, pada 6 Oktober pihaknya melakukan eksisi kornea pada jenazah.

Sebab, tanggal 7 Oktober sudah ada calon penerima atau pasien berusia delapan tahun dari Blitar yang membutuhkan donor.

”Jadi pasien dari Blitar mendapat satu. Lalu, kornea kedua akan diberikan kepada pasien lainnya pada Rabu mendatang,” ungkapnya.

Apresiasi yang sama juga disampaikan dr Nurul Hidayati selaku kepala laboratorium anatomi FK UB.

Pihaknya bersyukur bisa menerima donor jenazah untuk kepentingan pendidikan.

"Karena bagaimana pun orisinalitas pada manusia asli tidak bisa digantikan dengan peraga," ucapnya. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jenazah #Donor #FKUB