Sebab Juli lalu, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang (Disdikbud) Kota Malang melakukan ekskavasi 30 benda peninggalan sejarah dari tiga lokasi.
Sekretaris TACB Kota Malang Rakai Hino Galeswangi mengatakan, 30 benda peninggalan sejarah yang di-ekskavasi tersebut berasal dari tiga lokasi.
Yakni makam di Kelurahan Arjosari (Makam Kesek), eks Museum Bentoel di Jalan Wiromargo, dan makam di Kelurahan Madyopuro.
"Sebenarnya sudah lama ditemukan, tepatnya sejak 1990-an," kata Rakai ditemui di Museum Mpu Purwa kemarin (11/10).
Pihaknya melakukan ekskavasi karena tidak ingin benda-benda tersebut diambil oknum tidak bertanggung jawab.
Mengingat banyak benda bersejarah di daerah lain yang raib seperti di Ngantang, Kabupaten Malang.
"Untuk itu, disdikbud berinisiatif menyelamatkan. Terlebih sebagian sudah memiliki SK, terutama yang diambil dari Makam Kesek," imbuhnya.
Dia mengatakan, koleksi terbanyak ditemukan di Makam Kesek.
Rata-rata berhubungan dengan cerita masyarakat Polowijen yang mengelola sawah gogo atau sawah tadah hujan.
Karena mengelola sawah tersebut, masyarakat harus memiliki parahyangan atau bangunan suci.
Letak bangunan itu di timur Panawijen yang diduga adalah Arjosari.
”Ini dibuktikan dengan penemuan benda-benda bersejarah di Makam Kesek," terang Dosen Sejarah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah (UII Dalwa) tersebut.
Penemuan benda bersejarah di Makam Kesek juga dibuktikan dari beberapa literatur.
Seperti Prasasti Wurandungan B dan Kitab Pararaton.
Selanjutnya, di makam Madyopuro ada 12 koleksi. Salah satunya berupa yoni.
"Namun belum bisa dipastikan koleksinya berasal dari masa apa. Dugaan sementara dari masa Mpu Sindok wilayah Rakai Kanuruhan," paparnya.
Hal itu karena adanya kesamaan dengan benda yang ditemukan di Makam Kesek.
Yang terakhir dari eks Museum Bentoel.
Di sana ditemukan dua benda yakni Nandi atau kendaraan dari Dewa Siwa dan benda yang diduga arca dewa.
"Untuk arca dewa, dugaan sementara seperti Wisnu karena ada kirita mahkota dan gelang lengan," imbuhnya.
Sementara itu, analis penetapan Cagar Budaya dan Koleksi Museum Disdikbud Kota Malang Harimer menambahkan, koleksi-koleksi baru itu nantinya akan diletakkan di media pamer.
"Harapannya tahun 2024 bisa ditampilkan ke pengunjung," ucapnya. (mel/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana