Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pakai Bahasa Malangan, Ngopi Diskon 40 Persen

Mahmudan • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 05:49 WIB

 

TEMPO DULU: Kedai Kopi Sebastien di Jalan Basuki Rahmat, Klojen ramai dikunjungi muda-mudi. Konsep yang disuguhkan adalah suasana zaman kolonial.
TEMPO DULU: Kedai Kopi Sebastien di Jalan Basuki Rahmat, Klojen ramai dikunjungi muda-mudi. Konsep yang disuguhkan adalah suasana zaman kolonial.

 

 

MALANG KOTA - Salah satu warkop unik juga berada di Jalan Basuki Rahmat Gang 8, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Warung tersebut berada di salah satu rumah tua peninggalan zaman Belanda. Desain ruangan yang khas tempo dulu dipertahankan. Juga dilengkapi hiasan interior-interior antik, seperti kalender dan lukisan tua. 

Memasuki lantai dua terdapat ruang yang biasa digunakan pengunjung untuk pameran atau diskusi. Warkop Kedai Kopi Sebastien tersebut merupakan rumah keluarga. ”Ini rumah kakek yang kosong sejak beberapa tahun lalu. Biasanya untuk kumpul-kumpul dengan teman-teman SMA,” ujar Sebastian Andre, pemilik Kedai Kopi Sebastien.

"Lalu kami berpikir bagaimana jika dibuka untuk umum agar banyak orang yang bisa berkumpul di sini," tambahnya

Kemudian Sebastian dan ke empat temannya membuka kedai tersebut pada pertengahan tahun 2023. Dengan tanpa mengubah interior rumah, Dia tidak menyangka ternyata antusias pengunjung begitu besar. Menu-menu yang dihadirkan seperti kopi pada umumnya, namun beberapa konsep yang tak biasa. 

Misalnya, pembeli yang memesan dengan bahasa Indonesia akan diberi harga normal. Tapi bagi mereka yang memakai bahasa Jawa mendapat harga lebih murah. ”Kalau pakai bahasa malangan atau walikan akan mendapat diskon hingga 40 persen,” kata dia. "Ini juga ada misi untuk melestarikan bahas walikan," ungkapnya.

Selama ini dia mengamati bahasa-bahasa khas seperti bahasan walikan mulai ditinggalkan oleh anak muda. ”Selain untuk promosi kedai agar lebih menarik, juga untuk melestarikan budaya lokal,” kata dia. 

Selain itu, Sebastian juga membebaskan para pengunjungnya untuk mengadakan acara di tempatnya. "Mereka bebas mau bikin diskusi atau pameran, kami tidak mematok harga," imbuhnya.

Meski gratis, dia mengatakan, pengunjung pasti akan tetap mencicipi menu dengan membeli. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, mulai Rp 5 ribu saja. Saat pagi pukul 08.00 hingga 10.00 harga paling murah menjadi Rp 3 ribu. (dur/dan)

Editor : Mahmudan
#ngopi bareng #Warkop #Kota Malang #tepi sungai #malangan