MALANG KOTA – Ribuan warga memadati Jalan Raya Mulyorejo, Kecamatan Sukun, kemarin (15/10).
Mereka berjubel di sisi kiri dan kanan ruas jalan untuk menyaksikan Bersih Desa Kelurahan Mulyorejo 2023.
Berbagai kesenian disuguhkan dalam kirab rutin tahunan itu.
Mulai kirab budaya, ritual rombong awe, mengunjungi punden di Jalan Sedudut RW 06, pemotongan satu ekor sapi, hingga pergelaran wayang kulit.
Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan berbagai kesenian khas Nusantara dengan tema Ngawiji Dadi Siji dan Manunggal Dados Setunggal.
Misalnya mengarak miniatur Candi Borobudur, menari menggunakan busana adat tradisional dari berbagai daerah seperti Madura, Dayak, dan Bali.
Selain itu, ada topeng malangan dan peragaan kostum ratu Nusantara.
Mereka berjalan sepanjang 2 kilometer, mulai dari pabrik rokok Gandum hingga punden di RW 04 Mulyorejo.
Ketua Pelaksana Kirab Agustiono mengatakan, total ada tujuh RW yang terlibat dalam kirab.
Sekitar 3.500 peserta itu terbagi menjadi tiga kelompok.
”Karena partisipasi dari warga, kami bisa mengadakan pergelaran wayang kulit dengan bintang tamu Niken Salindri, Cak Precil, Cak Kuntet, dan dalang Ki Ardhi Poerboantono,” katanya.
Di punden, dia melanjutkan, masyarakat mengunjungi punden dari sosok-sosok yang melakukan babat alas di Mulyorejo.
”Sebenarnya di sini (Mulyorejo) ada banyak punden seperti di Jalan Tebo Selatan, tapi yang utama di Jalan Sedudut. Punden Eyang Sujono dan Eyang Sariwongso,” imbuhnya.
Mulanya, Agustiono mengatakan, bersih desa akan digelar pada bulan syura lalu.
Tapi karena bersamaan dengan HUT Kota Malang, ditunda hingga Maulid Nabi.
”Acaranya murni bersih desa,” terang dia.
Melalui bersih desa ini, Agustiono berharap warga semakin kompak.
Di samping itu, dia mengatakan, terhindar dari bala serta diberkahi keselamatan dan rezeki.
”Saya berharap ke depan pelaksanaannya juga lebih tertib, sesuai kesepakatan awal. Tidak menggunakan sound yang terlalu besar,” tandas dia. (mel/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana