Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

50 Bocah Down Syndrome Beraksi di Jalan Ijen Malang

Mahmudan • Senin, 30 Oktober 2023 | 03:39 WIB
CINTA KASIH: Salah satu bocah down syndrome membagikan bunga dan cokelat ke warga yang melintas di Jalan Ijen kemarin.
CINTA KASIH: Salah satu bocah down syndrome membagikan bunga dan cokelat ke warga yang melintas di Jalan Ijen kemarin.

 

MALANG KOTA – Sekitar 50 bocah berkumpul di Jalan Ijen kemarin (29/10). Didampingi orang tua masing-masing, mereka menyuguhkan pertunjukan. Mulai menyanyi, fashion show, dan menari. Setelah itu, para bocah yang tergabung dalam komunitas down syndrome itu membagikan bunga dan cokelat kepada pengunjung Car Free Day (CFD).

Ketua pelaksana Sri Rahayu mengatakan, aksi tersebut digelar dalam rangka bulan kesadaran down syndrome. "Ini sebagai bukti cinta bahwa anak-anak difabel ada di sini. Mereka juga ingin diterima seperti anak-anak lain pada umumnya," ujar Sri yang juga founder komunitas Pejuang Mimpi itu.

Di samping anak-anak difabel bersama orang tua, dia mengatakan, volunteer, musisi, model, dan dokter juga ikut berpartisipasi. Menurut Sri, kehadiran lintas sektor dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang sosialisasi. Misalnya dokter yang bertugas memberikan edukasi mengenai anak-anak down syndrome.

”Intinya, kami ingin mengedukasi bahwa down syndrome bukan kutukan. Tapi penyakit genetik akibat pembelahan sel yang tidak sempurna. Sampai sekarang masih didalami penyebabnya,” jelas dia.

Selain edukasi mengenai penyebab down syndrome, mereka juga memaparkan mengenai tata laksana anak-anak down syndrome. "Kita bisa tahu bahwa anak-anak down syndrome dari diagnosa medis. Namun orang tua jangan langsung menolak mereka," tegas Sri.

Dia menyarankan masyarakat, terutama orang tua dengan anak down syndrome agar mencari tahu kekurangan maupun kelebihan mereka. Dengan demikian, ke depan akan bisa ditata terapi-terapi seperti apa yang harus dilakukan. "Jadi anak-anak down syndrome bisa memiliki kualitas hidup yang baik. Tapi kalau telat ditangani, kira akan mendapati anak down syndrome seperti stigma yang berkembang di masyarakat," imbuh Sri.

Dia menambahkan, anak-anak down syndrome bisa dibina. Mereka juga bisa bekerja dan berkarya. "Karena mereka ini duplikator. Kalau dicontohkan yang baik ya bisa menjadi baik," tandas dia. (mel/dan)

Editor : Mahmudan
#jalan ijen #Kota Malang #Down Syndrom