MALANG KOTA – Jembatan kaca di kampung Warna-Warni Jodipan (KWWJ) segera diperbaiki. Jika tidak ada aral, pengerjaan bisa dimulai pekan ini. Biaya perbaikan diperkirakan akan menghabiskan Rp 100 juta.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan, perbaikan menggunakan dana insidental. Meski jembatan tersebut bukan aset pemkot, Dandung menilai tidak masalah menggunakan APBD untuk perbaikan.
”Karena anggarannya menggunakan dana insidental. Kalau menggunakan belanja modal ya tidak boleh. Harus diserahkan ke pemkot terlebih dulu," tuturnya.
Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, perbaikan akan fokus pada bagian jembatan yang retak. Caranya dengan melakukan injeksi semen. Selain itu, dia melanjutkan, ada penguatan pada kaca, dengan menambah lem perekat.
"Kami usahakan bisa dilakukan minggu ini. Paling lambat pekan depan. Waktu perbaikan sekitar empat sampai lima hari," sambungnya.
Sebagai informasi, keretakan terjadi di sisi utara jembatan. Retak bukan pada kaca jembatan, tapi bagian sambungan antara kolom jembatan dengan lantai kaca.
Sedangkan Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat tegas menginstruksikan agar segera dilakukan perbaikan. "Ini (perbaikan) juga menjadi atensi wakil gubernur. Beliau turun tangan meminta perbaikan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tandas Dandung.
Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menambahkan, kondisi jembatan kaca KWWJ menjadi atensi nasional. Pihaknya mendapat arahan langsung dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terkait perbaikan jembatan kaca yang rusak. Hal itu mendesak dilakukan agar musibah di Banyumas tidak terulang di Kota Malang.
"Tetapi kan beda kondisi. Kalau di KWWJ, struktur jembatan kaca masih kokoh. Retaknya juga masih ringan, tapi tetap butuh penanganan segera," kata Baihaqi.
Dia berharap, perbaikan dilakukan segera mungkin. Karena ketika jembatan ditutup dalam waktu lama, dikhawatirkan akan memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi di kampung wisata tersebut. "Kami juga perlu menjaga kunjungan wisatawan yang menunjukkan tren cukup baik," pungkas Baihaqi. (adk/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana