MALANG KOTA - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) punya peran besar dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi. Ketika dilanda pandemi covid-19 lalu, UMKM juga merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan. Namun ada empat masalah besar yang bakal menghambat.
“Ada empat permasalahan. Yang pertama perizinan, permodalan, produksi, dan promosi,” ujar Alie Mulyanto, staf ahli wali Kota Malang bidang Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia kemarin .
Untuk menanggulangi empat masalah tersebut, Ali mengatakan, Pemkot Malang mengadakan pelatihan-pelatihan untuk UMKM. Namun, dia mengakui bahwa pelatihan tersebut belum menjangkau secara keseluruhan. Sebab, jumlah UMKM di Kota Malang cukup banyak.
”Pelatihan yang dibutuhkan juga tidak cukup hanya satu dua hari. Tapi harus berkelanjutan sampai UMKM bisa eksis,” kata Alie di sela-sela pelatihan UMKM perempuan oleh XL Axiata itu. Dia mengungkap, ada 27 UMKM Perempuan yang diberikan pembinaan hingga tiga bulan ke depan.
Sementara itu, Regional Group Head XL Axiata East Region Dodik Ariyanto menambahkan, UMKM Perempuan cukup membantu perekonomian keluarga. Selain itu, lanjutnya, perempuan juga lebih kritis saat diberi arahan sehingga dapat lebih maju ke depannya. “Bisnis tidak bisa di-manage satu orang tertentu, harus by system,” ungkapnya.
Salah satu UMKM Perempuan, Ririn Wulan Sari mengaku dapat membantu perekonomian keluarganya dengan membuka usaha salon dan kerajinan tas. “Senang karena selain ada kegiatan agar tidak bosan, juga dapat penghasilan tambahan,” tuturnya. Ke depannya ia akan mengurus fasilitas QRIS di salah satu bank, agar memudahkan pelanggannya saat membayar. (dur/dan)
Editor : Mahmudan