MALANG KOTA - Selama 27 tahun berdiri, IMS Malang sudah melahirkan banyak atlet berprestasi, baik tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya Toni Firmansyah. Terhitung sejak 1998 hingga 2007, atlet panjat tebing yang juga adik kandung Memet itu menjuarai 50 kejuaraan. Mulai kejuaraan provinsi (kejurprov) hingga skala internasional. Di antaranya Speed Climbing World Cup di Malaysia, Speed World X Games di Amerika, hingga Kejuaraan Asia X Game di Thailand.
Memet mengatakan, saat itu atlet panjat tebing masih belum banyak mendapat apresiasi dari pemerintah. “Sekarang bonus bisa sampai miliaran rupiah. Dulu dapat hadiah buku saja sudah senang,” ungkapnya.
Dia mengatakan, perhatian pemerintah mulai dirasakan sejak tahun 2008, tepatnya setelah olahraga panjat tebing masuk ke SEA Game. Salah satu atlet yang ikut ekshibisi SEA Game di Filipina adalah Suko Budianto. Dia juga pernah mengharumkan nama Kota Malang lantaran menyandang juara satu kejuaraan Sea Circuit 2005.
Tak hanya itu, dia mengatakan, ada juga pelatih IMS Malang yang dipercaya menjadi guide tamu dari Jepang. Namanya Meipiek. Dia mengantarkan tamu dari Jepang untuk mendaki tebing-tebing tinggi dan juga gunung-gunung di Indonesia. Seperti gunung Semeru, Arjuna, dan beberapa gunung di Papua. “Dua anggota IMS Malang juga merupakan instruktur pelatih nasional,” imbuhnya.
Dengan pengalaman seperti itu, Memet mengungkapkan, sangat sayang sekali apabila tidak ditularkan kepada anak-anak muda. Anak didiknya yang baru masuk pada 2020 lalu juga mengukir sejumlah prestasi. Di antaranya juara 1 dan 2 kompetisi tingkat pelajar se-Jatim, juara 1 dan 2 kompetisi tingkat pelajar se-Malang Raya, juara 1, 2, dan 3 kompetisi reguler U-13 se-Malang Raya, dan juga juara 2 kompetisi antar mahasiswa tingkat nasional. (dur/dan)
Editor : Mahmudan