MALANG KOTA - Perbaikan taman di simpang tiga Jalan Basuki Rahmat (depan kantor PLN Malang) berpotensi menggeser jam kota di median jalan. Sementara ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih mengkaji kemungkinan menggeser jam ikonik kajoetangan itu.
Pantauan wartawan koran ini, bagian bawah jam tersebut sudah dibongkar oleh pekerja. Namun untuk posisinya masih tetap berada di median jalan. Pengerjaan dikabarkan dihentikan sampai ada keputusan jam tersebut dipindah atau tidak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Noer Rahman mengatakan, pihaknya masih belum menentukan jam kota akan digeser atau tidak. "Yang pasti sesuai arahan forum lalu lintas, akan dipasang median atau pembatas jalan di area tersebut," terangnya.
Rahman menambahkan, pemasangan median merupakan imbas dari penerapan jalur satu arah Kajoetangan. Selain depan kantor PLN, dia mengatakan, pemasangan juga dilakukan di simpang empat Rajabally. "Kalau pembangunan ini melalui rapat koordinasi, tinggal menentukan jam digeser atau tidak," tuturnya.
Sedangkan pemerhati cagar budaya Tjahjana Indra Kusuma meminta pemkot bisa berkonsultasi kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, jika memang ada pemindahan jam. Karena dia menilai jam kota tersebut sudah termasuk cagar budaya Kota Malang.
Sehingga ketika ada proses mengubah bentuk, lanjutnya, perlu didampingi oleh TACB. Menurutnya, ketika ada upaya pengubahan, harus sesuai UU nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya. "Kami minta ada pendampingan dari tim ahli, agar nanti tidak ada polemik di kemudian hari," tutur Tjahjana.(adk/dan)
Editor : Mahmudan