Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Proyek Sentra Parkir Kajoetangan Terancam Batal

Mahmudan • Jumat, 8 Desember 2023 | 03:54 WIB
BUTUH KANTONG PARKIR: Suasana lengang di Kajoetangan saat siang hari, namun malamnya padat kendaraan. Pemkot Malang menggagas sentra parkir di Mal Alun-Alun, tapi terancam batal.
BUTUH KANTONG PARKIR: Suasana lengang di Kajoetangan saat siang hari, namun malamnya padat kendaraan. Pemkot Malang menggagas sentra parkir di Mal Alun-Alun, tapi terancam batal.

 

MALANG KOTA – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membangun sentra parkir di Mal Alun-Alun pada 2024 terancam batal. Sebab, Ramayana bakal memperpanjang sewa penggunaan aset milik pemda itu.

Opsi pembangunan sentra parkir di Mal Alun-Alun muncul sejak Juni lalu. Mulanya akan dibangun pada 2024, bertepatan dengan habisnya masa sewa Ramayana. Harapannya, keberadaan sentra parkir tersebut bisa mengakomodasi kendaraan wisatawan Kajoetangan heritage. Opsi tersebut dipilih setelah pembelian ruko di Jalan Basuki Rahmat gagal. Padahal ruko tersebut akan diubah menjadi lahan parkir wisatawan Kajoetangan.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subkhan menyampaikan, sewa Ramayana akan berakhir November 2024 depan. Kemudian ada rencana untuk memperpanjang hingga tahun, sehingga berakhir pada 2027 mendatang. "Bisa diperpanjang selama tiga tahun," terang Subkhan, kemarin.

Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi meminta Pemkot Malang tidak memperpanjang sewa Ramayana. Sebab, Arief melanjutkan, kebutuhan parkir di Kajoetangan sangat mendesak.

Sementara belum ada cara yang ampuh untuk mengatasi kekurangan kantong parkir di kawasan tersebut. "Kalau dihitung, saya yakin lebih banyak pendapatan dari parkir daripada disewakan pihak ketiga. Maka dari itu, lebih baik dibangun sentra parkir. Ini juga bentuk layanan pemerintah kepada masyarakat," tandasnya.

Meski keputusan akhir berada di wali kota, Arief akan berkoordinasi terkait masa depan Mal Alun-Alun. Menurutnya, ini kesempatan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya parkir. Sehingga, butuh keberanian dari pimpinan tertinggi Pemkot Malang.

"Ramayana kan bisa menggunakan tempat lain. Tapi kalau cari parkir di Kajoetangan susah, akhirnya banyak yang di pinggir jalan dan buat macet,” kata politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. ”Pemerintah sudah membuat MPP di Mal Alun-Alun, kini bisa ditambah dengan kantong parkir," tambah legislator dari Dapil Klojen itu.(adk/dan)

Editor : Mahmudan
#Parkir #kajoetangan #Kota Malang