MALANG KOTA – Setiap bulan sabit dan bulan purnama, orang-orang yang menganut Tri Dharma rutin melakukan sembahyang Jiu.
Pada sembahyang tahun ini, umat Tri Dharma di Klenteng Eng An Kiong berharap tahun politik berlangsung lancar.
Mereka juga memanjatkan doa agar tidak terjadi pandemi lagi.
Ketua Klenteng En An Kiong Rudi Phan menjelaskan, sembahyang Jiu biasanya dilakukan setiap tanggal 1 dan 15 dalam kalender China.
Misalnya kemarin (13/12).
”Sembahyang ini dilakukan umat Tri Dharma, baik Khonghucu, Tao, dan Buddha,” kata dia.
Sembahyang dilakukan pada pukul 18.00.
Dimulai di altar tuhan dan ruang tuan rumah, selanjutnya umat menyambangi ruang dewa-dewa.
Seperti dewa dari agama Buddha, dewa dari agama Tao, dan Dewa Huang.
Selain melakukan sembahyang, umat juga memberikan persembahan berupa buah apel dan pir.
Dalam prosesi sembahyang, Rudi memanjatkan doa agar kontestasi politik tahun 2024 berjalan lancar.
Umat juga berharap terhindar dari pandemi, seperti Covid-19.
Apalagi dalam beberapa waktu terakhir santer diberitakan virus semacam Covid-19 kembali muncul di beberapa negara.
Ditambah lagi dengan kenaikan kasus pneumonia yang misterius.
Selain sembahyang Jiu, pihaknya juga melakukan persiapan untuk Imlek tahun 2024 yang jatuh pada 10 Februari.
”Tapi persiapannya hanya berupa perbaikan pada bagian kelenteng yang rusak. Apalagi, pada tahun 2025 Klenteng Eng An Kiong akan berusia 200 tahun,” imbuh Rudi.
Klenteng En An Kiong sudah berdiri sejak 1825.
Pendirinya adalah orang militer yang bernama Liutenant Kwee Sam Hway.
Karena usia bangunan sudah mencapai dua abad dan terdapat kerusakan di beberapa bagian seperti atap, maka pihak kelenteng perlu melakukan perbaikan.
Mulai dari pengecatan hingga memperbaiki bagian yang ambrol dimakan rayap.
Salah seorang pengunjung kelenteng bernama Nia Xu Yen mengaku rajin bersembahyang setiap tanggal 1 dan 15 dalam kalender China.
”Saya berharap tahun depan bisa diberi kesehatan, keselamatan, dan kemakmuran,” ucapnya. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana