Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

608 Ribu Kendaraan Masuk Area Malang Raya

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 4 Januari 2024 | 19:00 WIB
Kepadatan arus kendaraan di Malang saat libur Natal. Wisatawan diprediksi akan membeludak lagi pada akhir tahun 2023
Kepadatan arus kendaraan di Malang saat libur Natal. Wisatawan diprediksi akan membeludak lagi pada akhir tahun 2023

Rekap Sepanjang Libur Natal dan Tahun Baru 2024

MALANG RAYA - Malang Raya masih menjadi jujukan favorit wisatawan.

Itu bisa dilihat dari rekapitulasi jumlah kendaraan yang masuk selama libur Natal dan Tahun Baru 2024.

Kepolisian di tiga daerah mencatat ada 608 ribu kendaraan yang masuk wilayah Malang Raya. 

Rekap terbanyak berasal dari Kabupaten Malang.

Jumlahnya mencapai 311.482 kendaraan.

”Data itu terekap mulai 21 Desember 2023 sampai 2 Januari 2024,” terang Kasat Lantas Polres Malang AKP Adis Dani Garta.

Paling banyak kendaraan masuk lewat Tol Pandaan-Malang.

Kantor Jasa Marga Pandaan-Malang mencatat, mulai 22 sampai 28 Desember 2023 saja setidaknya ada 259.240 ribu yang masuk wilayah Malang Raya.

”Paling banyak kendaraan keluar lewat exit tol Singosari,” tambah Adis. 

Tingginya volume kendaraan saat itu membuat petugas harus merekayasa lalu lintas.

Pada 24 Desember lalu, kendaraan sempat dialihkan untuk keluar lewat exit tol Pakis.

Pengalihan arus itu dilakukan sekitar 15 menit.

Adis menambahkan, selama libur Nataru kepadatan juga terjadi di wilayah Karangploso dan Singosari.

Ada tiga titik kepadatan di area tersebut.

Yakni di exit tol, Kepuharjo, dan simpang tiga Karangploso.

”Wilayah lainnya seperti JLS (jalur lingkar selatan) dan pertigaan Talangagung cukup lancar,” kata dia.

Selain mencatat volume kendaraan, pihaknya juga merekap jumlah pelanggar lalu lintas.

Karena Ops Lilin Semeru 2023 tidak ada tilang manual, petugas hanya memberikan teguran.

Tercatat ada 347 pelanggar yang kena teguran selama operasi berlangsung. 

Beberapa pelanggaran yang mendominasi seperti tidak memakai helm dan tidak memiliki kelengkapan surat berkendara.

Rekapitulasi lainnya yakni kasus kecelakaan.

Tercatat ada 18 kecelakaan yang ditangani petugas.

Beruntung, tidak sampai ada korban jiwa. 

Hal serupa juga terjadi di Kota Malang.

Selama Operasi Lilin Semeru, polisi mencatat ada enam kecelakaan.

Sebanyak 9 orang terlibat di dalamnya, Beruntung, tidak ada korban jiwa.

”Semua luka ringan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu M. Isrofi.

Sementara untuk penindakan pelanggar lalu lintas, dia menyebut ada 207 pengendara yang mendapat teguran. 

Polresta Malang Kota memperkirakan ada 97 ribu kendaraan yang masuk wilayahnya selama akhir tahun 2023.

Beberapa titik menjadi konsentrasi kemacetan selama Nataru.

Seperti di exit tol Madyopuro, sepanjang Jalan Ahmad Yani, Pertigaan UB-Soekarno Hatta, Jalan Ki Ageng Gribig, dan Jalan Mayjen Sungkono.

Kemacetan umumnya terjadi di pintu keluar-masuk kota dan pusat keramaian.

Isrofi menambahkan, selain Polri, anggota TNI, Satpol PP, dishub, dinkes, ormas, BPBD, dan PMI ikut andil dalam operasi semeru.

Jumlah personel yang bersiaga sekitar 350 orang. Mereka tersebar di tiga pos pengamanan (pospam), satu pos pelayanan (posyan) dan satu pos mobile terpadu.

Upaya pengawasan lainnya dilakukan dengan memaksimalkan Ngalam Command Center, yang terintegrasi dengan 200 kamera CCTV di Kota Malang. 

Hal serupa juga dilakukan Polres Batu.

Untuk memaksimalkan pengawasan, mereka memanfaatkan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Dari kamera itu, teguran juga diberikan kepada pelanggar lalu lintas.

Total ada 37 teguran simpatik yang dilayangkan.

”Biasanya tidak memakai helm dan tidak pakai plat nomor. Rata-rata yang melanggar aturan adalah warga Kota Batu,” terang Kasat Lantas Polres Batu AKP Ponsen Dadang Martianto.

Teguran disampaikan polisi lewat pesan singkat.

Sama seperti di Kota Malang, beberapa titik di Kota Batu juga menjadi pusat kemacetan selama libur Nataru.

Seperti di simpang empat Arhanud, simpang tiga SD Beji Sawahan, simpang tiga Taman Makam Pahlawan (TMP), dan simpang exit Songgoriti.

”Kemacetan lain juga sempat terjadi di Klemuk. Namun saat itu kemacetan terjadi karena ada mobil yang mogok. Di luar waktu tersebut, lalu lintas di klemuk terpantau aman,” tambah Dadang.

Di Jalan Raya Oro-Oro Ombo juga sempat macet karena banyak wisatawan menuju ke Jatim Park 2.

Secara umum, dia menyebut bila kepadatan lalu lintas selama libur Nataru masih cukup terkendali.

”Buktinya, rekayasa one way yang kami siapkan di Jalan Ir Soekarno sampai Jalan Dewi Sartika tidak sampai diterapkan,” kata dia.

Pihaknya mengestimasi ada 150 ribu sampai 200 ribu kendaraan yang masuk wilayah Kota Batu selama akhir tahun.

Kanit Gakkum Lantas Polres Batu Ipda Henri Setiawan menambahkan, sepanjang operasi Semeru pihaknya mencatat ada 14 kecelakaan lalu lintas.

Dari total itu, satu kecelakaan menimbulkan satu korban jiwa.

”Kecelakaan selama Operasi Lilin Semeru didominasi warga Kota Batu sendiri,” kata dia.

Satu korban kecelakaan diketahui bernama Afifah, 76, warga Kelurahan Temas, Kota Batu.

Dia kecelakaan saat hendak menyeberang untuk berjualan di Pasar Induk Kota Batu, Senin lalu (1/1) sekitar pukul 04.30.

Korban tertabrak sepeda motor bernopol N 5011 XG yang dikendarai Hafiz Juliawan Ahza, 21, warga Pasuruan. (iza/pri/sif/by)



Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) #Kendaraan masuk malang raya