Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bozem Tunggulwulung Malang Mulai Kurangi Banjir

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 5 Januari 2024 | 20:00 WIB

 

TAMpUNG AIR: Bozem Tunggul wulung yang selesai dibangun pada  pertengahan desember 2023 lalu  sudah mulai berfungsi.
TAMpUNG AIR: Bozem Tunggul wulung yang selesai dibangun pada pertengahan desember 2023 lalu sudah mulai berfungsi.

MALANG KOTA – Bozem Tunggulwulung akhirnya beroperasi dan sudah bisa mengurangi banjir di kawasan sekitarnya.

Pemkot sebenarnya juga berencana memanfaatkan embung itu sebagai kawasan ekowisata.

Namun karena anggaran belum tersedia, fokus utamanya adalah memaksimalkan bozem untuk mencegah banjir.

Pantauan wartawan koran ini kemarin (4/1), Bozem Tunggulwulung sudah terisi air setinggi dua meter.

Beberapa pekerja tampak merapikan material proyek.

Itu karena proyek bozem yang selesai pada pertengahan Desember lalu itu masih dalam masa pemeliharaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R. Dandung Djulharjanto menjelaskan, ke depan akan ada kolam pancing hingga jogging track di Bozem Tungglwulung. 

”Tapi karena tahun ini anggaran difokuskan untuk pemeliharaan, kami mengutamakan agar embung bisa efektif mencegah banjir dulu,” ujarnya kemarin (4/1). 

Berkaca dari hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan, pihaknya menilai bozem sudah mulai berfungsi.

Sebab, tidak ada laporan banjir di dekat bozem, Kelurahan Tunjungsekar, dan sekitarnya.

”Bozem Tunggulwulung sudah bisa menampung hingga 23 ribu meter kubik air,” terangnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua RW 1 Kelurahan Tunggulwulung Hudiana Utama.

Menurutnya, sebelum ada bozem, banjir kerap terjadi di RT 11, RT 12, bahkan RW 18.

Ketika terjadi hujan deras beberapa hari lalu, genangan air hanya tersisa di RT 12 dan RW 18.

”Kalau di RT 18 itu karena dipengaruhi sampah dan sedimen di saluran sekitar sana yang terhubung dengan bozem,” jelasnya. 

Namun Hutama menilai ada beberapa konstruksi yang perlu dibenahi.

Misalnya, pintu air harus dilengkapi penyaring, bagian pintu keluar air perlu dinaikkan sekitar 1,5 meter, dan perlu pengaman di bagian pagar.

”Bozemnya kan besar. Pagar yang ada masih terbilang rawan. Perlu dilengkapi pengaman untuk melindungi anak-anak yang bermain di sana,” imbaunya.

Di tempat lain, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengaku sudah meninjau lokasi bozem.

Untuk sementara belum bisa dilakukan penambahan fasilitas.

”Kalau memang urgent bisa dilakukan saat perubahan anggaran keuangan (PAK),” ucap legislator PKB tersebut. (mel/fat)



Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bozem Tunggulwulung #Banjir #malang