MALANG KOTA - Rencana revitalisasi Alun-Alun Merdeka bakal terealisasi dalam waktu dekat. Jika tak ada aral, wajah alun-alun tersebut bakal dipermak mulai Maret 2024. Sesuai dengan rencana awal, revitalisasi mengandalkan dana dari Bank Jatim.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso mengatakan, anggaran yang akan diberikan Bank Jatim sebagai penyalur dana mencapai Rp 6 miliar. Besaran anggaran tersebut sudah disepakati pada tahun lalu.
Sebelumnya, alun-alun juga pernah direvitalisasi pada 2015 silam dengan CSR dari Bank BRI. Anggaran revitalisasi yang diberikan saat itu mencapai Rp 5,9 miliar. Dalam revitalisasi kali ini, ada tujuh pembaruan yang akan dilakukan di area seluas 23.610 meter persegi itu.
”Antara lain penerangan atau lighting, rehabilitasi air mancur, penambahan area plaza shaf, dan penambahan aksesoris dekorasi. Selain itu, perluasan playground, penambahan area outdoor gym, serta rehabilitasi skate park,” kata Erik.
Sebelum eksekusi, pemkot berencana menggelar forum konsultasi publik terkait dengan revitalisasi Alun-Alun Merdeka. Dalam forum konsultasi publik, lanjut Erik, pihaknya ingin melibatkan berbagai pihak seperti pakar arsitektur. Selain itu, pakar tata kota, hingga pemerhati Kota Malang.
Setelah matang, pemkot akan melakukan lelang tender. Prosesnya sekitar 45 hari. Dia menarget pengerjaan paling lama 9 bulan.
”Kemungkinan konstruksi fisik selesai akhir 2024," imbuh mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang tersebut.
Ditanya terkait proses pengerjaan, Erik menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan oleh Bank Jatim langsung. Sementara desain tetap berada di bawah pengawasan pemkot.
Meski ada revitalisasi, Erik memastikan Alun-Alun Merdeka tidak ditutup. Melainkan hanya dibatasi di beberapa bagian.
”Setelah selesai dan proses pemeliharaan, alun-alun akan diserahkan kembali ke pemkot. Lalu perawatan terap melalui dinas lingkungan hidup (DLH)," tandas dia.
Di tempat lain, Corporate Secretary Bank Jatim Wioga Adhiarma Aji mengatakan, rencananya revitalisasi akan dilakukan hanya satu tahapan.
”Tergantung pihak pelaksana dan perencanaan. Yang jelas pengerjaan dilakukan secara simultan," ucapnya. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian