Industri Lampion Kota Malang Banjir Pesanan  

Mahmudan • Dipublikasikan Kamis, 11 Januari 2024 | 21:05 WIB
KREATIF: Syamsudin dibantu ayahnya mengerjakan lampion berbentuk unta kemarin (10/1). Menjelang perayaan Imlek, mereka banjir pesanan.
KREATIF: Syamsudin dibantu ayahnya mengerjakan lampion berbentuk unta kemarin (10/1). Menjelang perayaan Imlek, mereka banjir pesanan.

 

MALANG KOTA – Industri kreatif di Kota Malang, termasuk usaha lampion kembali bangkit. Tahun ini para perajin banjir pesanan, baik dari dalam maupun luar kota. Setidaknya, itulah yang dirasakan Syamsudin.

Seorang perajin lampion di Jalan Juanda Gang 5 itu sudah mendapat order sejak akhir 2023 lalu. Tidak hanya pesanan untuk menyambut perayaan tahun baru Imlek. ”Juga lampion karakter untuk taman,” kata pemilik usaha Cempaka Lampion itu.

Kemarin (10/1), Syamsudin mempersiapkan lampion karakter untuk taman di Blitar. Dia dibantu ayah dan satu kerabatnya. Lampion karakter yang mereka buat berbentuk unta, macan, dan jenis lain. "Kalau lampion karakter besar begini bisa lebih dari satu hari pengerjaannya, karena yang agak susah bikin kerangkanya," sebut dia.

Sedangkan untuk lampion kecil, mereka bisa memproduksi lima sampai tujuh lampion dalam sehari. Selain lampion karakter, Januari ini Syamsudin juga mengerjakan lampion untuk Imlek di Jakarta dan Semarang.

Di samping menggarap lampion Imlek dari pelanggan Jakarta, Syamsudin juga mendapat pesanan 160 lampion dari Palangkaraya. Warnanya beragam. Ada yang ungu, merah muda, dan kuning.

Kemudian ada 12 lampion berwarna putih dengan diameter 60 sampai 120 sentimeter yang siap dikirim ke Jakarta. "Untuk harga, paling murah Rp 15 ribu dengan diameter 15 sentimeter. Sementara paling mahal bisa sampai Rp 15 juta," ungkapnya. (mel/dan)

Editor : Mahmudan
Perajin lampion Imlek Kota Malang