MALANG - Beda lidah beda istilah.
Begitulah gambaran asal muasal beberapa istilah khas Malangan.
Salah satunya yakni Setil.
Kata itu merupakan serapan dari Style, istilah dalam Bahasa Inggris.
”Kalau Style kan lebih susah diucapkan, sehingga dulu Arek Malang buat kata-kata sendiri, jadilah Setil,” ujar Penulis dan Pemerhati Bahasa Malangan Arief Wibisono.
Istilah Setil itu serupa dengan Mbois.
Bedanya, istilah Setil menggambarkan kekaguman terhadap gaya berpakaian seseorang.
Sementara Mbois menggambarkan kekaguman terhadap gaya keseluruhan seseorang.
Ada banyak contoh penggunaan kata Setil.
Seperti ”Dungaren kok setil, ate nangdi?”.
Atau ”Arek iku jan setil yo,”.
Istilah Setil kini tidak hanya digunakan di Malang saja.
Beberapa daerah di Jawa Timur juga akrab dengan istilah tersebut.
Seperti di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, dan Jombang.
Selain Bahasa Inggris, istilah Setil juga memiliki kemiripan dengan bahasa lain.
Di dalam Bahasa Belanda, gaya diistilahkan dengan Stijl.
Namun dalam pengucapannya harus ”De Stijl”, atau dibaca De Steil. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana