Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Animo Pengguna Bus Halokes Kota Malang Makin Tinggi, tapi Ada Rute yang Overload

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 19 Januari 2024 | 18:07 WIB
pERLU pENATAAN: Beberapa siswa  pengguna Bus Halokes rute pool C tidak  kebagian tempat duduk karena penuh.  Disdikbud belum berencana menambah  unit. Mereka akan melakukan penataan  ulang rute lebih
pERLU pENATAAN: Beberapa siswa pengguna Bus Halokes rute pool C tidak kebagian tempat duduk karena penuh. Disdikbud belum berencana menambah unit. Mereka akan melakukan penataan ulang rute lebih

MALANG KOTA – Rute operasional Bus Halokes (sekolah) tampaknya perlu pengaturan ulang.

Pasalnya, ada salah satu rute yang penggunanya overload.

Misalnya, rute pool C yang melintasi seputaran Alun-Alun Tugu menuju Kedungkandang. Beberapa hari terakhir selalu penuh.

Bahkan sebagian siswa terpaksa berdiri akibat tak kebagian kursi.

Kondisi itu dibenarkan sopir armada bus sekolah pool C yang bernama Fery Richard.

Dia menjelaskan, setiap hari penumpang bus yang dia kemudikan selalu penuh.

Penumpang terbanyak adalah pelajar dari dan menuju Tlogowaru.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana berjanji segera mengevaluasi sejumlah rute-rute bus sekolah.

Tidak menutup kemungkinan pihaknya mengalihkan rute bus yang penumpangnya tak terlalu penuh.

”Sejauh ini kami beberapa kali mengubah rute dari hasil evaluasi,” ungkapnya.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum Disdikbud Kota Malang Diah Kusarini menambahkan, tahun ini belum ada rencana penambahan armada bus sekolah.

Untuk sementara pihaknya akan terus memaksimalkan armada yang ada.

Yakni 6 unit bus dan 9 microbus Isuzu ELF yang beroperasi di rute berbeda-beda.

Satu bus memiliki kapasitas 35 orang. Sementara ELF bisa menampung 22 orang.

“Kalau bus operasinya sudah mulai 2015. Sementara unit ELF operasional sejak 2017,” ungkapnya.

Animo pengguna bus sekolah relatif stabil. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara berkala.

Di bagian lain, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi meminta Disdikbud melakukan evaluasi rute bus sekolah.

Meski hanya sebagai layanan pendukung, fasilitas tersebut tetap perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

”Jangan sampai apa yang sudah kita jalankan bermasalah,” ucapnya.

Dia menilai pemetaan ulang rute harus dilakukan agar bus sekolah bisa maksimal dalam mengakomodasi kebutuhan siswa.

Tak boleh ada unit yang minim penumpang, sementara unit lain overload.

”Jangan sampai siswa merasa tidak nyaman dalam menggunakan layanan bus sekolah. Apalagi kalau bus sampai menolak mereka yang ingin menggunakan fasilitas tersebut,” tandasnya. (dre/fat)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bus Halokes #malang kota