Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tembus Eropa, Dupa 52 Aroma Laris Manis

Mahmudan • Rabu, 24 Januari 2024 | 18:20 WIB

 

 

TEMBUS MANCANEGARA: Seorang perajin dupa di Jalan Terusan Sigura-gura, Kelurahan Karangbesuki banjir pesanan kemarin.
TEMBUS MANCANEGARA: Seorang perajin dupa di Jalan Terusan Sigura-gura, Kelurahan Karangbesuki banjir pesanan kemarin.

 

 

MALANG KOTA – Imlek membawa berkah, setidaknya bagi perajin dupa di Malang. Jelang perayaan tahun baru Tionghoa itu, perajin dupa di Jalan Terusan Sigura-gura, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun banjir pesanan.

Hal itu dirasakan pemilik Toko dan Pabrik Dupa 'Dupalo', yakni Ivan Triyugo Nur Irawan beserta istrinya, Rosa Amelia. Kemarin (23/1), dia menyusun ratusan dupa berbentuk stik. Sementara istrinya merapikan dupa-dupa yang sudah di-packing di etalase.

"Secara fungsi, dupa bukan sekadar wewangian, tapi juga bisa menetralkan virus di udara dan energi negatif," kata Ivan yang menekuni bisnis dupa sejak 2011 lalu itu.

Saat mengawali usahanya, pemasaran dupa hanya di tingkat lokal. Namun sekarang sudah merambah seluruh Indonesia. Bahkan, sampai mancanegara seperti Eropa, Arab, Myanmar, Jepang, hingga Rusia.

Ivan melanjutkan, seluruh dupa miliknya dibuat dengan bahan baku halal. Selain itu, lanjutnya, juga sudah bersertifikat internasional. "Bahan yang kami gunakan khusus burning oil. Bukan minyak laundry," imbuhnya.

Dalam satu bulan, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat dupa bisa mencapai lima ton. "Menjelang perayaan Imlek ada peningkatan sekitar 10 sampai 20 persen," sebut Ivan yang didampingi istrinya.

Sementara itu Rosa menambahkan, mereka tidak hanya fokus membuat satu aroma. Melainkan 52 aroma khas Indonesia. Yang paling best seller adalah sarinadu, teratai, cendana, candan, tunjungbiru, dan kelor. Bentuknya pun bermacam-macam seperti dupa serbuk, krucut, dan asturba. "Kami menjual dengan harga Rp 18 ribu sampai Rp 324 ribu," sebutnya.

Untuk harga Rp 18 ribu berisi sembilan batang. Sementara harga Rp 324 ribu berisi dupa seberat satu kilogram kelas gold.

Saat ini pesanan terbanyak dari keraton di Jawa Tengah. "Ada juga pesanan dari Bali sebanyak 5000 pcs," imbuhnya. Selain imlek, mereka melayani pesanan untuk perayaan hari besar agama lain, seperti kuningan, galungan, dan bantengan. (mel/dan)

Editor : Mahmudan
#Imlek #dupa #Kota Malang