Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Anggaran Jalan Tersedot Proyek Drainase

Mahmudan • Jumat, 26 Januari 2024 | 19:20 WIB
AKSES PEDAGANG: Ruas jalan di Pasar Gadang sebagian sudah mulus, tapi penambalan bersifat sementara. Pengerjaan permanen yang rencananya digarap tahun ini ternyata batal terealisasi.
AKSES PEDAGANG: Ruas jalan di Pasar Gadang sebagian sudah mulus, tapi penambalan bersifat sementara. Pengerjaan permanen yang rencananya digarap tahun ini ternyata batal terealisasi.

 

MALANG KOTA – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang terpaksa menunda empat proyek. Yakni perbaikan jalan di kawasan Pasar Induk Gadang dan rehab tiga kantor pemerintahan. Itu karena anggarannya tersedot untuk pembangunan drainase antibanjir.

Sebagai informasi, anggaran pembangunan drainase pada 2024 dijatah Rp 59 miliar. Di antaranya untuk drainase Jalan Kedawung dan Jalan Kaliurang. Kemudian di Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Anggrek Vanda, dan Jalan Mawar.

Kepala DPURPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto memaparkan, keempat proyek yang tertunda tersebut sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2024. Tapi urung direalisasikan tahun ini lantaran keterbatasan anggaran. "Anggaran tahun ini banyak yang ditampung dari pokok pikiran (pokir). Akhirnya diputuskan fokus drainase dulu," terang Dandung kemarin.

Rencananya, Dandung mengatakan, untuk perbaikan jalan di Pasar Induk Gadang membutuhkan dana Rp 5 miliar. Sedangkan perbaikan tiga kantor, dia tidak hafal nilai anggarannya.

Setelah tertunda tahun ini, dia berharap proyek tersebut bisa terlaksana tahun depan. Tetapi itu juga masih mempertimbangkan kemampuan anggaran. Bukan tidak mungkin, katanya, jika masih difokuskan ke drainase, proyek tersebut akan tertunda lagi.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan, eksekutif memang fokus menanggulangi banjir, bahkan ditargetkan 2028 sudah bebas banjir. Karena itu, dia mengatakan, pembangunan drainase mendapat perhatian lebih. ”Selagi untuk kebutuhan masyarakat, dewan tidak akan mempermasalahkan,” kata Fathol.

            Ke depan, dia berharap agar lebih banyak program atau proyek yang terakomodasi. Namun, dia menyadari keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan.

            Karena itu, menurut Fathol, Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus ditingkatkan terus. Dengan pendapatan yang tinggi, dia yakin banyak program yang bisa direalisasikan. ”Kami berharap program penanganan banjir bisa segera tuntas. Sekarang fokus di Lowokwaru, setelah sebelumnya di Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang,” tutur politisi partai kebangkitan bangsa (PKB) itu. (adk/dan)

 

Editor : Mahmudan
#Drainase #jalan #Kota Malang