Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Beda Penentuan Siswa Eligible SMA dan SMK  

Mahmudan • Jumat, 26 Januari 2024 | 22:05 WIB

 

MASUK PTN: Beberapa siswi SMAN di Malang membuka akun untuk mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) kemarin.
MASUK PTN: Beberapa siswi SMAN di Malang membuka akun untuk mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) kemarin.

 

MALANG KOTA – SMA dan SMK punya cara tersendiri dalam menentukan siswa eligible. Jika SMA menggunakan pemeringkatan atau ranking, SMK lebih menekankan minat siswa dalam melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri (PTN).

Untuk diketahui, siswa eligible merupakan siswa pilihan yang direkomendasikan oleh masing-masing sekolah. Mereka yang mendapat rekomendasi tersebut berhak mengikuti tes di PTN melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Plt Kepala SMAN 1 Malang Hj Asri Widiapsari MPd mengatakan, tidak semua siswa kelas XII berkesempatan mengikuti SNBP. Sebab, setiap sekolah memiliki kuota masing-masing. Kuotanya mengacu pada akreditasi di sekolah tersebut.

Sekolah yang terakreditasi A mendapat jatah 40 persen. Sedangkan terakreditasi B mendapat kuota 25 persen. Lalu kuota sekolah terakreditasi C hanya 5 persen saja. ”SMAN 1 Malang mendapat jatah 40 persen,” kata dia

Asri menjelaskan penjaringan siswa eligible akan menggunakan sistem pemeringkatan. “Nanti akan di-ranking berdasarkan nilai rapor mulai dari semester satu sampai semester lima,” ungkapnya.

Asri mengatakan, setiap jurusan nantinya akan diambil 40 persen siswa yang memiliki peringkat teratas. “Kalau kelas XII sekarang kan masih kurikulum 2013. Sehingga masih ada penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa,” ucap perempuan yang merangkap Kepala SMAN 5 Malang itu.

Karena kelas XII ada 326 siswa, maka siswa eligible hanya berkisar 130 jiwa. Kendati begitu siswa yang berada pada peringkat 130 ke atas masih mungkin mendapat kesempatan. Sebab, menurut Asri, setiap tahun ada beberapa siswa yang mendaftar ke sekolah kedinasan. “Kalau nggak begitu ya memilih kuliah di luar negeri,” ucapnya. Sehingga peringat yang berada di bawahnya bisa naik menggantikan siswa yang memilih sekolah kedinasan atau kuliah di luar negeri tersebut.

Di tempat terpisah, Koordinator BK SMKN 1 Malang Wahyu Kurniawan mengatakan, penentuan siswa eligible akan mengutamakan penjaringan berdasar minat untuk melanjutkan ke PTN terlebih dahulu. Sebab, SMK berbeda dengan SMA. “Kalau SMK orientasi utamanya keterserapan di dunia kerja,” ucapnya.(dre/dan)

Editor : Mahmudan
#siswa #Kota Malang #masuk PTN