WANYIK, dalam kamus Malangan, berasal dari kata wanita atau perempuan.
Istilah wanyik biasa digunakan oleh warga Malang untuk menyebut pacar perempuan.
Sedangkan Wanyok merupakan bahasa Malangan kata ganti untuk pacar laki-laki.
Peneliti Bahasa Malangan Nurenzia Sidharta mengatakan, alasan arek Malang menggunakan kata Wanyik karena lebih enak didengar daripada wanita.
Jika dibalik pun, dia mengatakan, kata ”wanita” kurang enak di telinga.
Sehingga kata ganti yang dinilai pas saat itu adalah ”Wanyik”.
"Pembentukan kata tersebut dulu lazim di kalangan anak muda di kawasan Celaket. Sehingga biasa disebut Kode Celaketan," tutur Nurenzia.
Selain Wanyik, ada beberapa kata yang hampir serupa. Seperti ”gurem” dari kata dasar Guru dan Kalong.
Dua kata tersebut diambil dari kata dasar ”Kalah”.
"Jadi, suku kata pertama itu masih dari kata asli. Kemudian suku kata kedua terserah kelompok yang membuat. Yang pasti enak didengar," tambahnya.
Setelah muncul Wanyik, arek Malang mencari lawan kata yang pas untuk pacar laki-laki. Tercetus lah kata Wanyok yang identik dengan Wanyik. (adk/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana