Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Samangkot, Solusi dari Anak Muda untuk Mengembalikan Kejayaan Angkot

Mahmudan • Senin, 19 Februari 2024 | 22:56 WIB

 

 

SEPI: Angkot mengalami krisis penumpang. Rata-rata hanya ada satu sampai dua penumpang setiap jalan.
SEPI: Angkot mengalami krisis penumpang. Rata-rata hanya ada satu sampai dua penumpang setiap jalan.

 

Sejumlah anak muda membuat program samangkot. Layanan pemesanan angkot online media sosial (medsos) tersebut berhasil menggandeng lebih dari 20 driver. Targetnya untuk mengembalikan kejayaan angkot seperti masa lalu.

 

JALANAN di Kota Malang dipenuhi angkot yang berlalu-lalang. Suzuki Carry berwarna biru muda itu melaju sangat pelan, mengharap ada calon penumpang yang menghentikannya. Pintu samping yang sudah dimodifikasi selalu terbuka. Di dalamnya terdapat satu sampai dua penumpang yang duduk sembari menunggu sampai lokasi tujuan.

Namun jika diamati, lebih banyak angkot yang mangkal di titik-titik tertentu. Misalnya di depan Stasiun Malang, Terminal Arjosari, Terminal Madyopuro, hingga Terminal Landungsari. Para sopir memilih sabar menunggu, kemudian berangkat menyusuri jalanan setelah ada penumpang. Jika tidak begitu, bisa jadi habis ongkos untuk BBM, sementara tidak ada pendapatan. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan puluhan tahun silam, saat masa kejayaan angkot.

Kala itu, angkot merupakan moda transportasi yang paling diminati masyarakat. Selain keberadaannya yang mudah dijumpai, tarifnya pun tergolong murah. Namun seiring perkembangan zaman, angkot perlahan ditinggalkan para penumpangnya.

Banyak faktor yang mendasari hal tersebut. Di antaranya datangnya aplikasi ojek online (ojol) yang menawarkan servis lebih dari yang angkot tawarkan. Aplikasi ojek online disambut hangat oleh masyarakat Indonesia, termasuk Kota Malang. Aplikasi yang berbasis teknologi tersebut dipandang sangat solutif bagi masyarakat yang hendak bepergian.

Masyarakat merasa sangat terbantu oleh keberadaan ojol. Sebab, ojol tidak hanya menawarkan jasa transportasi, melainkan banyak lagi servis yang diberikan. Hal itu tidak pernah ditemukan di angkot. Bagi mereka yang hendak bepergian menggunakan angkot, harus terlebih dahulu paham jam-jam keberangkatan angkot yang tidak menentu. Tak jarang penumpang harus menunggu cukup lama.

Ditambah dengan keadaan halte-halte yang ada sangat tidak terawat, sehingga masyarakat lebih memilih menunggu di trotoar. Hal tersebut perlu menjadi bahan kajian Pemkot Malang. Yakni memberikan sentuhan digital pada angkot agar bisa multitasking dalam melayani kebutuhan masyarakat. Namun hal tersebut belum terlihat .

Justru gebrakan tersebut muncul dari sekelompok anak muda. Mereka memanfaatkan media digital untuk menyambungkan penumpang dengan para sopir angkot. Aplikasi tersebut bernama ”Samangkot”.

Fungsinya menyediakan layanan sewa angkot yang sesuai permintaan calon penumpang. Beberapa kali konten video anak-anak muda yang jalan-jalan keliling kota lewat di beranda media sosial TikTok maupun Instagram. Mereka memanfaatkan angkot untuk berkeliling Kota Malang secara beramai-ramai.

Dibentuk sejak pertengahan 2023 lalu, Samangkot sudah menghubungkan ribuan penumpang dengan sopir angkot di Kota Malang. “Kalau dihitung sekitar 100 lebih armada yang sudah dipakai,” tutur inisiator Samangkot Safitri Mufaidah, Jumat lalu (16/2).

Awalnya, mahasiswa semester 6 Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu berkunjung ke Kota Malang untuk berlibur. Ia dan dua temannya ingin berkeliling kota namun bingung harus pakai transportasi apa.

Akhirnya tercetus lah ide menyewa angkot. Waktu itu dari stasiun berkeliling seharian hingga Kota Batu. “Waktu itu kami bayar sekitar Rp 300 ribu,” tutur gadis asli Magetan tersebut.

Dari perjalanan tersebut, ia dan teman-temannya mendengar banyak cerita dari sopir angkot yang mengantarkannya. Ia menyadari betapa sepinya angkot tersebut. Padahal, menurutnya banyak orang seperti dirinya yang butuh menumpang angkot. Hanya saja tidak tahu bagaimana caranya.

Selain itu, dia juga mengunggah konten perjalanannya menggunakan angkot tersebut. Banyak teman-temannya yang tertarik. Hingga saat setelah kembali ke Surabaya, mereka tercetus ide untuk membuat program sewa angkot online. Pulang-pergi Surabaya-Malang mereka tempuh untuk berkoordinasi dengan para sopir angkot. Hingga akhirnya, Fitri dan teman-temannya dapat menggandeng 20 lebih sopir angkot jalur AL dan ADL.

Mereka mempromosikan program Samangkot melalui Website, TikTok dan Instagram. Setelah itu mengoordinasikan pemesanan melalui WhatsApp. Cara mudah. Penumpang cukup membuka medsos Samangkot, lalu melihat price list masing-masing angkot serta rutenya. Setelah itu, admin akan membantu mengomunikasikan dengan sopir angkot. ”Ternyata antusias masyarakat sangat tinggi,” tuturnya.

Kebanyakan penyewa merupakan rombongan dari luar kota seperti dirinya. Tarif yang diberikan juga cukup terjangkau namun tetap memperhatikan kesejahteraan para sopir. Mulai Rp 150 ribu hingga Rp 700 ribu. “Kalau ke pantai selatan harganya sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu, karena sopir harus mengantar dan menunggu selama seharian,” ungkap Fitri.(dur/dan)

 

 

Editor : Mahmudan
#Angkot #Kota Malang #Sepi Penumpang