MALANG KOTA – Meski belum ada kepastian perpanjangan insentif PPN 11 persen, sejumlah dealer mobil otomotif berani memberi jaminan kepada konsumen. Juga ada nekat menalangi. Sewaktu-waktu ketika SK perpanjangan turun, dana talangan bisa terbayar.
Seperti diberitakan, program free PPN 11 persen dari Pemerintah Pusat sudah berakhir sejak Desember 2023 lalu. Program tersebut dicanangkan untuk mendongkrak penjualan kendaraan bertenaga listrik. Akibat program tersebut, penjualan mobil listrik menggeliat. Namun awal 2024 ini belum ada kepastian perpanjangan.
Direktur Wuling Perdana Group Yudi Irawan Wijaya mengatakan, semua dealer menunggu perpanjangan insentif PPN 11 persen. “Informasinya (SK perpanjangan) sudah di menteri keuangan. Bulan ini (Februari) ditandatangani. Semoga betul,” tuturnya.
Meski begitu, beberapa Agen Pemegang Merek (APM) sudah berani menjanjikan subsidi. Seperti Wuling yang sudah memberi subsidi dulu di depan. Sedangkan Hyundai dengan memberikan surat jaminan ke konsumen.
Jika SK perpanjangan sudah keluar, subsidi akan dicairkan. Karena, Yudi mengatakan, sudah ada contoh pemberian insentif pada tahun sebelumnya, sehingga tinggal memperpanjang tahun ini.
Menurut dia, berlangsungnya tahun politik juga menjadi salah satu penyebabnya. Setelah coblosan pemilu 2024 rampung, dia berharap ada perpanjangan subsidi PPN. “Terlihatnya nanti bulan Maret. Semoga sudah pulih normal,” tuturnya.
Dia mengatakan, prospek penjualan mobil listrik juga dapat dilihat dari banyaknya produsen mobil yang mulai launching produk. Hal tersebut, kata Yudi, dapat dilihat dari banyak sisi. Salah satunya, konsumen menjadi memiliki banyak pilihan. “Pasti akan banyak konsumen yang pakai mobil listrik. Makin banyak juga yang pasang charging station karena masing-masing APM akan bersaing melayani konsumen,” ungkapnya. Di Kota Malang, setidaknya 30 mobil listrik dari Wuling mengaspal setiap bulannya. Itu belum ditambah merek lainnya.(dur/dan)
Editor : Mahmudan