Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kota Malang Gelontor 9.500 Paket Sembako untuk Tekan Inflasi

Mahmudan • Rabu, 21 Februari 2024 | 18:15 WIB

 

ANTUSIAS: Masyarakat beramai-ramai datang ke lapangan Merjosari demi mendapatkan sembako dengan harga murah.
ANTUSIAS: Masyarakat beramai-ramai datang ke lapangan Merjosari demi mendapatkan sembako dengan harga murah.

 

 

MALANG KOTA – Untuk menekan inflasi, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang menggelontor 9.500 paket sembako melalui pasar murah. Kemarin (20/2), sekitar 1.900 paket sembako digelontor di Lapangan Merjosari, Lowokwaru.

Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang Mohammad Baihaqie mengatakan, pasar murah akan digelar di setiap kecamatan. Masing-masing akan mendapat jatah 1.900 paket. Satu paket senilai Rp 200 ribu, tetapi ada subsidi Rp 100 ribu. Dengan demikian, masyarakat hanya membayar Rp 100 ribu. ”Isinya adalah beras melon 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, bawang merah dan putih 1 kilogram,” katanya.

Setelah Kecamatan Lowokwaru, nantinya dilanjutkan empat kecamatan lain di Kota Malang. Terdiri atas Kecamatan Blimbing di Kantor Kelurahan Bunulrejo. Lalu, Kecamatan Klojen yang bertempat di Kantor Kelurahan Gadingkasri, dan Kecamatan Sukun di Kantor Kelurahan Bakalankrajan. Sementara untuk Kecamatan Kedungkandang dilaksanakan di kantor diskopindag. ”Seluruh warga dari lima kecamatan berhak atas paket tersebut, termasuk dalam DTKS,” imbuhnya.

Untuk beras misalnya, dalam pasar murah dibanderol sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp per kilogram 10.900. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Malang Siane Dwi Agustin.

Dalam rangka menekan harga di pasaran, pihaknya juga menggelontorkan 3.800 ton beras untuk Malang Raya. Setiap toko mendapat jatah dua ton. ”Dalam waktu dekat juga ada tambahan 2.000 ton. Stok sampai Lebaran aman,” terangnya.

Salah seorang warga dari Jalan Mawar, Suliha mengaku bersyukur bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga murah. ”Karena sekarang kan harga bahan pokok mahal. Beras eceran yang biasanya Rp 11 ribu, kini naik menjadi Rp 15 ribu,” sebutnya.

Sementara itu, PJ Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya berharap bisa menekan inflasi melalui pasar murah. ”Kami berharap masyarakat juga tidak panik. Karena kami akan berupaya menyediakan bahan pokok dengan harga murah,” tegas dia.(mel/dan)

Editor : Mahmudan
#sembako #Kota Malang #inflasi