Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Butuh Rp 400 M untuk Kelola Sampah Supit Urang

Mahmudan • Rabu, 28 Februari 2024 | 21:10 WIB

 

TEKNOLOGI BARU: Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (tiga dari kanan) meninjau sanitary landfill di TPA Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, kemarin (27/2).
TEKNOLOGI BARU: Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (tiga dari kanan) meninjau sanitary landfill di TPA Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, kemarin (27/2).

 

MALANG KOTA – Butuh biaya besar untuk mengolah sampah di TPA Supit Urang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menggunakan metode baru, yakni landfill mining (penambangan sampah). Diperkirakan akan menyedot dana hingga Rp 400 miliar.

Hal itu terungkap saat Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melakukan peninjauan ke TPA Supit Urang di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, kemarin (27/2). Wahyu ditemani Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Noer Rahman Wijaya.

Selama ini, pengolahan sampah di TPA menggunakan sistem sanitary landfill. Pengolahannya dengan cara menimbun sampah. "Sanitary landfill punya umur atau batasan usia. Kemungkinan akan penuh dalam 7 tahun ke depan, sehingga perlu ada metode baru yakni landfill mining," terang kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya.

Selain mengurangi volume sampah, landfill mining diharapkan bisa digunakan menjadi pembangkit listrik. Ini membuat kegunaan metode tersebut lebih beragam. "Kami sudah mengusulkan ke Kementerian PUPR (biaya landfill mining). Semoga segera terealisasi,” terangnya.

Dia mengungkap alasan mengajukan anggaran ke pemerintah pusat. ”Karena APBD tidak mampu untuk membangun fasilitas tersebut,” tambah pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.

Sebagai informasi, volume sampah di Kota Malang berkisar 600 ton tiap hari. Itu berdasar data 2022 lalu. Kemudian pada 2023 bertambah menjadi 700 ton per hari. Jika terus bertambah, usia sanitary landfill diperkirakan akan habis sebelum tujuh tahun.

Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya akan membawa usulan biaya pengadaan landfill mining ke pemerintah pusat. "Dengan volume sampah yang sangat besar, perlu ada teknologi untuk pengolahan sampah ini," tandasnya.

Wahyu mengatakan, kunjungannya kali ini juga untuk memastikan proses pengolahan sanitary landfill berjalan dengan baik. Sebab, hal itu merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo. "Desember lalu pak presiden datang ke sini (TPA Supit Urang) untuk meresmikan teknologi tersebut. Sehingga kewajiban saya untuk memastikan pemanfaatan dilakukan secara maksimal," pungkasnya. (adk/dan)

Editor : Mahmudan
#Kota Malang #Supit Urang #Sampah