MALANG KOTA – Belum genap setahun diperbaiki, ruas jalan di Pasar Induk Gadang (PIG) Malang sudah rusak lagi.
Kerusakannya hampir merata.
Dari total panjang jalan 800 meter itu, hampir setiap jarak 50 meter ada lubang, meski diameternya belum terlalu besar.
Seperti diberitakan, Mei 2023 lalu Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang melakukan perbaikan jalan di lokasi tersebut.
Dengan demikian, usianya belum genap setahun.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharijanto mengatakan, salah satu pemicu rusaknya jalan Pasar Gadang adalah limbah air dan sampah pedagang.
Selama ini para pedagang kerap membuang limbah air ke ruas jalan.
Di sisi lain, dia mengatakan, perbaikan yang dilakukan tahun lalu hanya bersifat sementara.
Bukan perbaikan total.
Menurut Dandung, seharusnya dilakukan perbaikan total. Biaya pembangunannya diperkirakan butuh Rp 5 miliar.
”Karena tahun ini masih fokus drainase, perbaikan jalan pasar terpaksa harus ditunda. Kemungkinan bisa dianggarkan kembali tahun depan,” ujar Dandung kemarin.
Jika ditemui lubang yang cukup besar, pihaknya akan melakukan perbaikan insidental.
Itu pun sifatnya hanya sementara.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika pemkot mengalokasikan dana besar untuk perbaikan jalan.
Namun karena keterbatasan anggaran, lanjutnya, harus ada program lain yang dikurangi porsi anggarannya.
Agar banyak program bisa terakomodasi lebih banyak, dia menyarankan eksekutif menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).
Dengan pendapatan yang tinggi, dia yakin akan banyak belanja daerah yang bisa diserap.
”Tapi karena keterbatasan anggaran, ya harus ada skala prioritas yang didahulukan,” tuturnya.
(adk/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana