Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Disdikbud Kota Malang Imbau Pendaftar PPDB Cek Ulang Jarak Domisili  

Mahmudan • Kamis, 14 Maret 2024 | 03:05 WIB

 

SAMBUT PPDB: Seorang guru memotret alur PPDB di papan pengumuman area kantor Disdikbud Kota Malang.
SAMBUT PPDB: Seorang guru memotret alur PPDB di papan pengumuman area kantor Disdikbud Kota Malang.

 

 

MALANG KOTA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 tinggal dua bulan lagi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengimbau pendaftar jalur zonasi untuk memastikan jarak domisili. Itu dilakukan untuk meminimalkan protes jika pendaftar tidak lolos seleksi.

”Bisa dicek lewat Google Maps untuk pastinya,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Dodik Teguh Pribadi

Imbauan itu dilontarkan karena PPDB tahun-tahun sebelumnya disdikbud banyak menuai protes. Khususnya dari pendaftar jalur zonasi yang tidak lolos seleksi.

            Dengan melakukan pengecekan melalui google maps, Dodik yakin pendaftar akan mendapatkan informasi jarak domisili secara lengkap. Sebab, dia melanjutkan, kelengkapan alamat sangat berpengaruh. ”Alamat yang kurang lengkap tidak bisa menentukan titik akurat. Bisa lebih jauh atau bahkan lebih dekat,” kata dia.

Dia menegaskan, kesalahan titik radius zonasi bukan bagian dari tanggung jawab Disdikbud. Sebab, alamat yang terdaftar akan disesuaikan langsung oleh sistem. “Kalau mau dilengkapi, bisa mengurus ke dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) sebelum PPDB,” tambahnya.

Hal ini karena alamat yang masuk dalam data disesuaikan dengan nomor induk kependudukan (NIK). Setelah diurus dan jika terjadi perubahan, dia menyarankan agar perubahan tersebut dilaporkan kepada pihak sekolah. Sehingga data yang terlampir bisa update.

Selain itu, Dodik meminta agar calon peserta didik baru (CPBD) lebih bijak dalam memilih sekolah. Sebab, banyak kasus zonasi yang tidak lolos karena memilih sekolah yang tidak dalam cakupan. “Bisa juga karena terpaku memilih sekolah favorit, padahal jaraknya sangat jauh,” terang pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.(jb2/dan)

Editor : Mahmudan
#siswa baru #Kota Malang #ppdb