MALANG KOTA - Pembangunan jembatan di Jalan Joyo Agung, Merjosari, Kecamatan Lowokwaru diprotes warga.
Mereka meminta jembatan yang menghubungkan dua kelurahan itu, yakni Merjosari dan Karangbesuki dihentikan.
Tuntutan warga tersebut tertuang dalam surat dengan kop RW 12 tertanggal 20 Februari lalu.
Dalam surat Nomor 94/PS/RW XII/II/2024 itu tertulis bahwa pengurus RW beserta Ketua RT di lingkungan RW 12 meminta agar pembangunan jembatan dihentikan.
Penghentian pembangunan dilakukan sampai ada kesepakatan dari warga setempat dengan Green Land.
Lurah Merjosari Anton Vierra mengaku sudah mendengar tuntutan penghentian pembangunan dari warga. Dia juga sudah meninjau lokasi dan melihat pengerjaan, Selasa lalu (13/3).
Dalam peninjauan itu terlihat bahwa pembangunan jembatan sudah mulai dari sisi barat.
Tepatnya yang masuk ke arah Karangbesuki.
Kemarin (14/3), pihaknya mempertemukan warga dengan perwakilan pengembang Greenland yang di bawah naungan Villa Puncak Tidar.
”Setelah pertemuan, sementara pembangunan diberhentikan sambil menunggu gambar dan perizinan,” kata Anton.
Dari pertemuan itu, warga setempat menolak karena beberapa faktor.
"Salah satunya karena di sana merupakan jalan alternatif," sebut Anton.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi, ada beberapa bagian yang sudah terbangun.
Di antaranya tiang penyangga fondasi jembatan dan saluran drainase.
Panjang jembatan kurang lebih 10 meter.
Di bagian bawah jembatan tersambung dengan jalan baru yang dibangun pemkot.
Ini terlihat dari adanya papan tertulis belanja konstruksi pembangunan jalan baru dengan anggaran Rp 4 miliar.
Tepatnya di Jalan Joyo Suko Agung.
Hingga berita ditulis tadi malam, pihak Humas Villa Puncak Tidar selaku pihak yang menaungi Greenland belum merespons.(mel/dan)
Editor : Mahmudan