MALANG KOTA – Hujan yang mengguyur sekitar dua jam, pukul 12.45 hingga 14.45, mengakibatkan beberapa kawasan terendam air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat 24 kawasan tergenang.
Lokasinya merata di lima kecamatan se-Kota Malang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugroho memaparkan kondisi beberapa titik, di antara 24 kawasan yang terendam tersebut.
Salah satunya adalah jembatan Kedungkandang.
”Jembatan Kedungkandang ini bisanya genangannya akibat avor atau lubang drainase buntu. Tapi saya cek ke petugas lapangan tadi (kemarin), airnya langsung surut,” kata dia.
Selain genangan di Jembatan Kedungkandang, Adhi juga menyebut banjir di Jalan Galunggung, tepatnya di bantaran gang makam.
Air yang merendam ruas jalan tersebut juga masuk ke rumah-rumah warga.
”Untuk kisaran genangan di lokasi-lokasi yang terdampak antara 10 sampai 60 sentimeter. Kira-kira setinggi lutut orang dewasa,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Setelah mengetahui air merendam beberapa lokasi, pihaknya langsung memantau melalui early warning system (EWS).
”Beruntung tidak ada kerusakan yang terjadi atau korban jiwa,” terangnya.
Pantauan wartawan koran ini, beberapa ruas juga tergenang air hujan.
Di antaranya Jalan Kedawung, Jalan Raya Langsep, Simpang empat Jalan Ciliwung, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Cengger Ayam, Jalan Joyo Agung, Bantaran Tamsis, Jalan Mawar, Jalan Veteran, hingga Jembatan Kedungkandang. Setelah hujan reda, genangan air beberapa titik tersebut mulai surut.
Khusus di area Jembatan Kedungkandang, air belum surut hingga pukul 17.00.
Akibat rendaman air tersebut, arus lalu lintas di Jalan Mayjen Sungkono macet.
Wahid, 40, warga Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang mengungkapkan, banjir di jembatan selalu terjadi saat hujan deras.
“Sudah rutin setiap hujan air tidak bisa mengalir turun jembatan. Mungkin saluran pembuangan tersumbat,” ujar pria yang memiliki rumah dekat jembatan itu. (mel/jb3/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana