MALANG KOTA- Ramadan menjadi momen peningkatan omzet pelaku usaha restoran dan kafe.
Itu terbukti dengan nilai transaksi mereka yang diperkirakan mencapai Rp 357 miliar selama Maret 2024.
Jika dibandingkan dengan Februari lalu yang tercatat Rp 275 miliar, terjadi peningkatan Rp 82 miliar atau 30 persen.
Nilai perputaran uang atau transaksi selama Maret itu memang belum menjadi angka pasti.
Sebab beberapa restoran belum melaporkan pajaknya.
Bahkan kemungkinan juga ada restoran yang tidak melaporkan pajak.
Angka Rp 357 miliar tersebut dihitung berdasar perolehan pajak kafe atau restoran dengan tarif 10 persen dari omzet.
Untuk sementara ini, laporan nilai pajak yang sudah masuk adalah 35,7 miliar.
Kepala Bidang Subbidang Pajak Daerah II Bidang Pajak Bapenda Kota Malang Ramdhani Adhy Perdana mengatakan, perolehan pajak resto selama tiba bulan terakhir memang mengalami peningkatan.
Januari lalu sekitar Rp 13,3 miliar.
Kemudian meningkat pada Februari menjadi Rp 275 miliar.
”Untuk Maret memang masih perkiraan meningkat 30 persen dibanding Februari. Angka pastinya bisa diketahui akhir April,” terangnya.
Dengan kenaikan omzet itu, bapenda bakal melakukan pengetatan pelaporan pajak daerah.
Yakni pengecekan rutin melalui e-tax yang dipasang pada 1.000 resto atau kafe.
”Kami juga akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk melakukan pencocokan omzet yang tertera di kasir dan yang dilaporkan di e-tax,” jelas Dani.
Mulai Ramai Pertengahan Ramadan Peningkatan omzet restoran juga diakui General Manager Ocean Garden Wuri Widyowati.
Hal itu ditandai dengan meningkatnya jumlah pengunjung sejak 10 hari lalu atau pertengahan Ramadan.
”Saat awal bulan puasa masih belum terasa. Mendekati libur ini mulai banyak yang datang,” tuturnya kemarin (5/4).
Rata-rata peningkatan transaksi yang diperoleh setiap harinya mencapai Rp 20 persen.
Pada hari biasa, setiap cabang bisa mencatatkan penghasilan sekitar Rp 10 juta.
Namun saat Ramadan bisa mencapai Rp 12 juta per hari.
Begitu juga pada akhir pekan.
Sebelum Ramadan transaksi yang tercatat sekitar Rp 15 juta.
Saat Ramadan bisa mencapai Rp 18 juta.
“Kadang Rp 20 juta kalau pas ramai sekali,” imbuhnya.
Ocean Garden memiliki dua cabang restoran di Kota Malang.
Yakni di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Trunojoyo.
Setiap pekan masing-masing cabang mencatatkan penghasilan sekitar Rp 80 juta.
Sedangkan selama Ramadan meningkatkan menjadi sekitar Rp 96 juta.
Sedikit kendala yang pernah dirasakan adalah kelangkaan pasokan daging ayam.
Selain karena kriteria khusus yang sudah ditetapkan, permintaan daging ayam juga sedang tinggi.
Sedangkan bahan-bahan yang lain tidak ada kesulitan untuk mendapatkannya.
Wuri memperkirakan lonjakan pengunjung masih akan terjadi pada sepekan terakhir sebelum Lebaran.
Restoran yang menyediakan masakan Nusantara tersebut banyak digunakan untuk acara buka bersama keluarga atau instansi-instansi.
”Makanya kita buka sampai malam takbir nanti,” tandasnya.
Kafe Tertentu Tak hanya restoran, kafe di Kota Malang juga mengalami lonjakan omzet selama Ramadan.
Terlebih cafe yang menyediakan makanan berat.
Peningkatannya bisa mencapai 70 persen.
Misalnya yang terjadi di kafe WOW di Jalan MT Haryono, Lowokwaru, Kota Malang.
Admin Cafe WOW Ferdi Dwi Ananta mengaku cafenya alami peningkatan customer sejak awal Ramadan.
Terlebih untuk reservasi buka bersama.
”Saya rasa peningkatannya hingga 70 persen,” terang Ferdi.
Dia menyebut rata-rata omzet per hari mencapai Rp 10 juta.
Sementara pada hari biasa, penjualannya menghasilkan sekitar Rp 3 juta per hari.
Ferdi menyebut beberapa faktor yang menyebabkanpengunjung kafenya ramai.
Salah satunya kapasitas yang cukup besar karena memiliki tiga lantai.
Untuk lantai dasar menampung sekitar 50 orang.
Lantai dua dapat menampung 300 orang, dan lantai tiga menampung hingga 200 orang.
Sehingga akumulasi daya tampungnya mencapai 550 orang.
Kebanyakan pelanggan kafe datang sekitar pukul 17.00 hingga pukul 19.00 untuk buka bersama.(adk/dur/ori/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana