Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PLTS Minat Rendah Setelah Kebijakan Dianulir

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 13 April 2024 | 20:00 WIB

Photo
Photo
MALANG KOTA – Minat menggunakan Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) masih rendah.

Padahal sumber daya sinar matahari di Indonesia cukup bisa diandalkan.

Salah satu alasannya yakni biaya.

Harga baterai untuk menyimpan energi dinilai kurang ekonomis.

Dosen Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Khusnul Hidayat ST MT menyebut bila alasan rendahnya penggunaan PLTS sebenarnya bisa disiati.

Dia menjelaskan, dulu pernah ada kebijakan kWh ekspor-impor.

Kebijakan itu mengatur tentang penjualan energi dari rumah atau industri yang menggunakan panel surya kepada pihak PLN.

Sayangnya, kebijakan sudah dihapus.

Sebab, kebijakan itu dinilai menguntungkan pihak konsumen.

Pasalnya, konsumen tak perlu membeli baterai.

Namun, pihak PLN yang akan dirugikan.

Sebab, PLN sudah mempunyai pembangkit yang jumlahnya banyak.

Saat ini PLN juga sudah surplus listrik.

Alias mempunyai lebih dari cukup energi listrik untuk menyuplai kebutuhan masyarakat.

Karena itu, penggunaan PLTS akan menambah pekerjaan PLN untuk menyeimbangkan antara energi yang dibangkitkan dan energi yang dikonsumsi agar tetap aman.

Lebih lanjut, Khusnul menyebut pemasangan instalasi listrik di daerah terpencil membutuhkan biaya besar.

Terutama untuk penarikan kabelnya.

Karena itu, penggunaan PLTS sebenarnya memiliki banyak manfaat.

Misalnya tidak mengganggu lingkungan hingga tegangan yang dihasilkan panel surya tidak berbahaya.

”Itu karena jika menggunakan panel surya dan menggunakan sistem DC (Direct Current) house, maka tegangan yang dihasilkan dari arus DC kurang dari 100 volt,” jelasnya.

Sedangkan, tegangan yang dihasilkan dari PLN adalah 220 V.

Di mana sangat berbahaya jika terjadi kontak langsung dengan manusia. (dre/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#plts #pembangkit listrik tenaga surya #PLN