KOTA MALANG - Kota Malang pernah tercatat meraih Adipura Kencana pada 2017 lalu.
Namun capaian itu tak bisa terulangi lagi di tahun selanjutnya.
Bahkan Kota Malang baru kembali meraih Adipura tahun 2022 dan 2023.
Potensi untuk mendapatkan Adipura Kencana bisa saja terwujud tahun depan.
Syaratnya, Kota Malang harus meraih penghargaan Adipura lagi tahun ini.
Hal itu sudah dijanjikan secara tegas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bagi kabupaten/kota yang mampu meraih penghargaan tiga kali berturut-turut.
Baca Juga: Pemkot Malang Dorong Munculnya Kader Koperasi Milenial
Hanya saja Pemkot Malang tak mau gegabah.
Mereka akan melakukan sejumlah cara agar tidak asal menerima penghargaan.
Salah satu poin yang paling penting adalah melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
”Sayangnya di penilaian Adipura sebelumnya kita kurang melibatkan masyarakat. Itu jadi PR yang harus digarap agar bisa meraih Adipura Kencana,” tutur Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Keterlibatan masyarakat akan lebih dioptimalkan ke gerakan bersih-bersih di 57 kelurahan.
Kerja bakti yang dilakukan warga akan lebih rutin terlaksana.
Menurut Wahyu, selama ini pemkot masih bekerja sendirian.
Oleh karena itu, Wahyu berencana menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat.
”Salah satunya kita sosialisasi kepada masyarakat dengan mode lain, seperti saat final lomba kita galakkan komunitas-komunitas yang memengaruhi masyarakat,” tutur pria asli Kelurahan Bareng itu.
Karena selain kebersihan kota, aspek Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga dinilai.
Kondisi operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang juga menjadi penilaian serta inovasi yang dilakukan daerah dalam mewujudkan kota bersih, teduh, dan berkelanjutan.
”Kita kurang sosialisasi di bagian inovasi daerah,” ujar pemilik kursi N1 itu.
Inovasi pengolahan sampah seperti di TPS maupun TPA sudah lama dijalankan.
Hanya saja menurut Wahyu hal itu masih kurang.
Perlu ada dorongan secara masif supaya seluruh masyarakat secara sadar peduli dengan lingkungan.
”Tahun ini kami akan lebih menyosialisasikan inovasi yang sudah dilakukan pemkot. Untuk penanganan di rumah sakit, pasar, dan tempat umum lainnya sudah bagus. Tinggal ada satu catatan itu saja,” tandas alumnus planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu. (aff/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana