Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

HUT ke-101 Kota Malang, Ada Suguhan Ludruk Hingga Pj Wali Kota Menyanyikan Lagu

Mahmudan • Senin, 29 April 2024 | 18:58 WIB
Siswa-siswi SMPN 4 Malang menyuguhkan pertunjukan ludruk di Gedung Kesenian Gajayana, Sabtu malam (27/4). Ludruk mengangkat kisah Raden Panji Asmarabangun yang menyamar mencari jodoh.
Siswa-siswi SMPN 4 Malang menyuguhkan pertunjukan ludruk di Gedung Kesenian Gajayana, Sabtu malam (27/4). Ludruk mengangkat kisah Raden Panji Asmarabangun yang menyamar mencari jodoh.

MALANG KOTA – Ada yang tak biasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 101 Kota Malang di Gedung Kesenian Gajayana, Sabtu malam (27/4). 

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang biasanya memimpin rapat para pejabat, kemarin menyumbangkan lagu berjudul ”Ngalam Apa Kabar?” 

Lagu karya musisi Kota Malang Andang Bachtiar itu dibawakan Wahyu dengan apik . 

”Malang kota tempatnya pulang, lembah tumpuan gunung sekitar,” bunyi nyanyian Wahyu yang diikuti sekitar 700 undangan yang memadati gedung di Jalan Nusakambangan itu. 

Dalam acara tersebut, pengunjung juga dihibur oleh pertunjukan ludruk dari siswa siswi SMPN 4 Malang. 

Ludruk yang menceritakan Raden Panji Asmarabangun (Ande-Ande Lumut) yang menggelar sayembara untuk mencari jodoh itu membuat pengunjung terhibur. 

Usai menyanyikan lagu, Wahyu mengajak warga Kota Malang mengenang perjuangan para pejuang di masa lalu, sehingga kini bisa merayakan HUT Kota Malang. 

“Pada Malam ini juga diadakan perayaan di Gedung Kesenian Gajayana untuk menolak lupa. Kita bisa hadir di sini berkat banyak sekali perjuangan pendahulu kita,” kata Wahyu dalam sambutannya. 

Wahyu mengatakan, gedung kesenian gajayana pernah menjadi pusat hiburan masyarakat Kota Malang di masa lalu. 

“Meskipun ada keterbatasan dan ketidaknyamanan, Namun ada suasana yang tidak bisa dibeli. Suasana lama yang mengingatkan kita pada masa lalu,” tuturnya. 

Sebelum menggelar pertunjukan di gedung Kesenian Gajayana, Pemkot Malang sudah menggelar berbagai kegiatan. 

Tepat pada 1 April lalu, damkar Kota Malang menyalakan blanggur atau petasan dari bambu. 

Dulu, blanggur dinyalakan sebagai penanda waktu berbuka puasa saat Ramadan. 

Selain menyalakan blanggur, Wahyu juga melakukan napak tilas menggunakan Bemo ke gedung-gedung bersejarah di Kota Malang. (dur/dan).

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pj wali kota malang #hut ke 110 kota malang