Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Siap-Siap, 600 Pedagang Pasar Induk Gadang Malang Direlokasi ke Terminal Hamid Rusdi Malang

Mahmudan • Kamis, 2 Mei 2024 | 18:54 WIB
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (dua dari kiri) bersama Kepala UPT Terminal Hamid Rusdi Binsar Siregar (kiri) meninjau sarpras terminal yang dibidik jadi tempat relokasi PIG, kemarin (1/5).
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (dua dari kiri) bersama Kepala UPT Terminal Hamid Rusdi Binsar Siregar (kiri) meninjau sarpras terminal yang dibidik jadi tempat relokasi PIG, kemarin (1/5).

MALANG KOTA – Sekitar 600 pedagang Pasar Induk Gadang (PIG) bakal direlokasi ke terminal Hamid Rusdi. 

Itu karena keberadaan ratusan pedagang tersebut dinilai memicu kemacetan arus lalu lintas di kawasan PIG. 

Sebab, mereka membuka lapak di sisi kanan dan kiri ruas jalan, sehingga menghambat akses kendaraan. 

Baca Juga: Tertibkan Jalan Pasar Gadang Setiap Hari

Skema relokasi untuk sementara waktu itu masih dikaji Pemkot Malang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim. 

Jika nanti terealisasi, harapannya bisa mengurai dua masalah sekaligus. 

Selain mengurai kemacetan di kawasan PIG, juga diharapkan bisa memaksimalkan fungsi Terminal Hamid Rusdi. 

Sebab selama ini operasional terminal tidak maksimal.

Salah satu penyebabnya, angkutan umum seperti bus dan mikrolet enggan ke terminal karena memilih mangkal di sekitar Jalan Raya Gadang. 

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, tidak semua pedagang direlokasi. 

”Hanya yang terdampak kemacetan di sekitar PIG. Jumlahnya sekitar 600 pedagang,” kata dia kemarin (1/5). 

Baca Juga: Sudah Dibangun, Jalan Pasar Gadang Masih Dijatah Rp 15 Miliar

Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan, pihaknya sudah meninjau kondisi PIG dan Terminal Hamid Rusdi. 

Tinjauan dilakukan bersama Kepala Dishub Provinsi Jatim Nyono. 

Berdasar tinjauan sementara, mereka menilai bahwa Terminal Hamid Rusdi belum dimanfaatkan dengan optimal. 

Hal itu merupakan dampak dari kondisi PIG. 

Mulai kemacetan yang disebabkan karena kendaraan pedagang yang bongkar muat sembarangan hingga sampah. 

”Karena itu, kami berencana menjadikan Terminal Hamid Rusdi sebagai penampungan sementara bagi sebagian pedagang,” kata Wahyu. 

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Gadang Malang setelah 10 Tahun Terkatung-katung

Di sisi lain, pengelolaan PIG juga belum optimal.

Hal itu karena penyelesaian revitalisasi PIG masih terkendala kerja sama dengan investor PT Patra Berkah Itqoni (PBI). 

Dengan kondisi tersebut, pemkot bersama Dishub Provinsi Jatim melirik Terminal Hamid Rusdi untuk dijadikan tempat penampungan sementara (TPS). 

”Jadi, nanti tercipta simbiosis mutualisme. Para pembeli yang hendak berbelanja bisa mampir ke terminal dan di terminal ada pergerakan,” terangnya. 

Sedangkan Kepala Dishub Provinsi Jatim Nyono menambahkan, pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan Pemkot Malang. 

”Tujuannya agar ada aktivitas baru di terminal,” ucapnya.

Nyono mengatakan, Terminal Hamid Rusdi memiliki trayek yang menghubungkan dengan wisata di Malang Selatan. 

Yakni Blitar, Dampit, dan Lumajang. 

”Kalau warga dari daerah lain seperti Lumajang tahu bahwa ada pasar di Terminal Hamid Rusdi dan tertarik mampir, tentu dampaknya luar biasa,” tegas pejabat eselon II A Pemprov Jatim tersebut. 

Untuk mendukung rencana itu, pihaknya bakal menyediakan infrastruktur tambahan.

Seperti penambalan atap dengan bahan poly carbonat hingga penataan ulang di bagian sirkulasi. 

”Nominalnya (anggaran) belum tahu, tapi kami siap dan berharap secepatnya bisa terlaksana,” tandas Nyono. (mel/dan)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Relokasi #Pasar Gadang #terminal hamid rusdi malang