MALANG KOTA - Kasus bunuh diri di Jembatan Tunggulmas yang terjadi Senin malam (6/5) mendapat atensi khusus dari Pemkot Malang.
Agar kasus serupa bisa ditekan, pemkot berencana meningkatkan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Cara yang dipersiapkan yakni menggandeng beberapa pihak.
Seperti psikiater, perguruan tinggi, mahasiswa, dan tokoh agama.
”Kami akan lakukan pendekatan bersama banyak pihak. Utamanya mereka yang bisa memberikan pemahaman bahwa bunuh diri itu bukan jalan yang terbaik,” terang Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Rencana menggelar sosialisasi terkait pencegahan bunuh diri juga dirumuskan.
Polresta Malang Kota bakal digandeng untuk melakukannya.
Disinggung terkait rencana memberi pagar di Jembatan Tunggulmas, Wahyu belum menyanggupinya.
Seperti banyak diketahui, sebelum kejadian di Jembatan Tunggulmas, Jembatan Soekarno-Hatta (Soehat) menjadi tempat yang sering dijadikan lokasi bunuh diri.
Dengan pemasangan pagar yang sudah dilakukan, kasus tersebut bisa diminimalisir.
”Jembatan di Soehat itu sudah ditutup (dengan pagar), sekarang pindah ke Tunggulmas. Jadi ketika itu (Jembatan Tunggulmas) ditutup (pagar), tetap ada kesempatan (bunuh diri) di tempat lain,” kata dia.
Dasar itu lah yang membuat pemkot berfokus pada langkah pencegahan.
Untuk diketahui, Jembatan Soehat berada di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Malang.
Sedangkan Jembatan Tunggulmas berada di bawah pengawasan Pemkot Malang.
Di tempat lain, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji meminta Pemkot Malang untuk mempertimbangkan pemasangan pagar di Jembatan Tunggulmas.
Sebab, itu bisa menjadi upaya jangka pendek untuk meminimalisir kejadian serupa.
Kasus bunuh di Kota Malang berpotensi terulang kembali.
”Ini hanya solusi parsial, namun Pemkot Malang masih memiliki kewajiban lainnya,” tegas Bayu.
Politisi PKS itu menerangkan, hal lain yang perlu dilakukan pemerintah yakni memberikan layanan kesehatan mental yang mudah diakses.
Kemudian, mendukung program pendidikan tentang pentingnya kesehatan mental.
”Bisa bekerja sama dengan pihak swasta juga untuk pencegahan bunuh diri,” pungkasnya. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana