Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tambahan 500 LPS Air Jadi PR Calon Direktur PDAM Kota Malang

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 21 Juni 2024 | 17:15 WIB

 

CALON BOS PDAM: Salah seorang peserta seleksi menjalani tes psikologi dan kepribadian di Universitas Negeri Malang (UM) kemarin
CALON BOS PDAM: Salah seorang peserta seleksi menjalani tes psikologi dan kepribadian di Universitas Negeri Malang (UM) kemarin
 

MALANG KOTA – Setelah lolos seleksi administrasi, 24 calon Direktur Perumda Tugu Tirta (PDAM) Kota Malang menjalani psikotes dan uji kepribadian kemarin (20/6). Dua tahapan seleksi itu berlangsung di Universitas Negeri Malang (UM). Tiga calon yang lolos sampai tahap akhir nanti memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk memenuhi kebutuhan air 5.00 liter per second (LPS).

Plt Direktur PDAM Kota Malang Handi Priyanto mengatakan, ada banyak PR yang harus diselesaikan direktur. Salah satu yang krusial adalah pasokan air yang belum memenuhi kebutuhan masyarakat. ”Pasokan air di Kota Malang masih butuh 500 LPS lagi untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat,” kata dia.

Untuk diketahui, total kebutuhan pasokan air untuk Kota Malang mencapai 2.200 LPS. Saat ini baru bisa terpenuhi 1.700 LPS. Artinya masih ada kekurangan sebesar 500 LPS.

Pasokan utama masih berasal dari Sumber Wendit. Hitungan awal, porsi pasokan sumber tersebut sekitar 75 persen. Saat ini sudah tidak sampai 70 persen. Berbeda dengan tahun 1980-an. ”Karena itu, sering terjadi kejadian-kejadian seperti air yang mengalir kecil hingga pecah yang harus secara taktis ditangani direktur utama,” tegasnya.

Untuk menutupi kebutuhan masyarakat, pemkot bergantung dengan sumber air lain. Misalnya saja dari Sumber Pitu, Sumber Binangun, dan Sumber Karangan. Dari tiga sumber tersebut, Sumber Pitu hanya mampu minimal 40 LPS. Kalau dipaksa lebih dari itu, pipanya akan pecah.

Opsi alternatif adalah membuat sumur bor. Saat ini, Kota Malang memiliki 26 sumur bor. Namun, sumur bor itu juga bukan yang terbaik karena bisa menurunkan permukaan tanah. Dengan demikian, Direktur PDAM yang baru nantinya mampu mencari sumber air baru. ”Caranya bisa bekerja sama dengan daerah sekitar dan mampu menggandeng pemda terkait,” imbuh Handi.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman dalam rapat paripurna kemarin menyampaikan bahwa calon Direktur PDAM harus cerdas menyelesaikan parameter di lapangan. ”Salah satu rekan kami di Komisi B juga berharap agar yang terpilih nantinya adalah putra daerah,” ucap legislator PKS tersebut.

Di tempat lain, Ketua Pansel Pemilihan Direksi Perumda Tugu Tirta Prof Dr Muhammad Bisri MS menambahkan, setelah psikotes dan uji kepribadian, 24 calon masih harus menjalani dua tahapan lagi. Yakni presentasi makalah di hadapan pansel pada 24 Juni dan wawancara dengan pansel pada 25 Juni. Lalu, hasil seleksi akan diumumkan 28 Juni.

Ditanya soal latar belakang 24 calon direktur, Bisri menyebut ada beberapa yang berasal dari luar Kota Malang. Meliputi masing-masing satu orang dari Ciamis, Bekasi, Tangerang Selatan, Bali, dan sebagian besar lain didominasi dari Kabupaten Malang. ”Yang dari Kota Malang hanya sedikit. Namun, kami tidak melihat asal. Yang terpenting hasil seleksi dan pemaparan selama seleksi harus menarik,” jelasnya. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pdam kota malang